Berbagi Berita Merangkai Cerita

Protokol Kesehatan di Sekolah Harus Lebih Spesifik

20

SELONG, DS – Pemberlakuan belajar tatap muka di sekolah-sekolah Lombok Timur, semakin dekat pelaksanaannya. Sebagaimana direncanakan, pada tanggal 13 Juli mendatang, Pemkab Lombok Timur akan mulai memberlakukan pembelajaran dengan tatap muka.


Menilik rencana ini, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lombok Timur, Pathurrahman mengatakan penerapan protokol kesehatan menjadi syarat wajib dalam pemberlakuan belajar di sekolah. “Aturan yang dipakai itu sama. Yaitu menerapkan protokol kesehatan. Tinggal kedisiplinan daripada kita,” ucapnya.


Epidemiologis ini menekankan penggunaan masker, dan cuci tangan, harus benar-benar diperhatikan dalam penerapannya. Karena, kedua metode tersebut, sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit. Terutama Covid-19 yang masih diperangi hingga saat ini.
Menurut dia, protokol kesehatan sekolah jauh lebih spesifik dibandingkan dengan tempat-tempat umum. Mengingat, sekolah diisi oleh anak-anak yang masih labil, dan masih senang bermain.


“Sekolah itu agak spesifik sebenarnya. Sarana edukasi itu harus dimulai dari pintu masuk. Di pintu masuk ruang kelas, harus tersedia cuci tangan. Kalau memungkinkan ada thermo gun (pengukur suhu),” tukasnya.


Selain penyediaan tempat cuci tangan didepan kelas, pengaturan jarak antar siswa saat proses belajar juga harus menjadi perhatian sekolah. Serta, kebersihan ruang kelas harus tetap terjaga.
Menjadi rekomendasi dari Pathurrahman juga, penyediaan tempat cuci tangan di kantin. “Yang tidak terbiasa adalah di kantin. Kantin sekolah harus ada tempat cuci tangan pakai sabun,” pintanya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.