Berbagi Berita Merangkai Cerita

Protes Pembatasan Akses ke Sembalun, Sekda: Di Ujung Cemeti Ada Emas

286

SELONG, DS – Dimasa persiapan menuju new normal (tatanan baru), tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lombok Timur terus melakukan berbagai upaya untuk memerangi penyebaran Covid-19  termasuk dengan membatasi kerumunan pada area publik.

Salah satu yang menjadi perhatian tim gugus tugas adalah destinasi wisata Pusuk Sembalun. Bahkan, kerumunan yang terjadi Minggu lalu di lokasi tersebut, sempat viral di media sosial.

Untuk mengantisipasi kembali terjadinya kerumunan yang cukup besar,  tim gugus tugas  memberlakukan cek poin di Suela. Tentunya dengan melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, yang merupakan bagian dari gugus tugas.

“Tindakan ini sebagai respon Gugus Tugas Covid-19 Lotim, untuk membatasi pengunjung ke Sembalun. Guna memastikan pembatasan sosial,” terang Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lombok Timur, M. Juaini Taofik, Sabtu (27/06/2020).

Khusus bagi masyarakat yang berasal dari luar Lombok Timur, tim gugus tugas memberlakukan pembatasan kunjungan ke Sembalun. Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 yang berasal dari luar Lombok Timur.

Sementara bagi warga Lombok Timur, masih diperbolehkan ke sembalun, namun dengan syarat tidak boleh berlama-lama di pusuk Sembalun.

“Kelelahan menanjak, dan keinginan menikmati pemandangan dari pusuk menyebabkan kerumunan yang besar. Bila sudah terlalu ramai kita akan stop dulu. Itulah check poinnya ada di Suela. Boleh ke sembalun, tapi tidak boleh terlalu lama di pusuk,” jelasnya.

Meskipun kebijakan ini mendapat banyak kritik dari masyarakat, Taofik mengatakan langkah tersebut diambil untuk pengendalian penyebaran Covid-19. Serta menjaga masyarakat Sembalun agar tidak terpapar virus yang mungkin saja datang dari luar.

Ia pun tak menampik jika sebuah kebijakan memiliki sisi kontroversi masing-masing. Sehingga menimbulkan adanya protes bagi yang tidak menyetujui kebijakan yang diberlakukan.

“Wajar saja ada pendapat seperti itu. Prinsip orang tua terhadap anaknya, bahwa diujung cemeti itu ada emas,” pungkasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.