Berbagi Berita Merangkai Cerita

Prosesi Pemakaman Jenazah Covid-19 Disesuaikan Kearifan Lokal

32


 MATARAM, DS – Kunci penularan virus corona dari jenazah pasien Covid-19 terletak pada droplet yang dapat keluar di lubang-lubang tubuh saat dilakukan tindakan pada jenazah. Maka dari itu, pada penanganan jenazah pasien virus corona ini, penting untuk melakukan penutupan lubang-lubang tubuh tersebut dan mencegah cairan tubuh keluar.

          Meski demikian, pihak RSUD Provinsi NTB, kini mulai melonggarkan prosesi pemakaman tersebut. Hal ini dimaksudkan agar pihak keluarga bisa terlibat didalamnya.  Namun tetap perwakilan keluarga harus menggunakan APD lengkap.

          “Kita longgarkan aturan yang panjang. Ini upaya kita menganut kearifan lokal masyarakat setempat,” ujar Dirut RSUD NTB dr. HL. Lalu Hamzi Fikri menjawab wartawan, Selasa (7/7).

          Ia mengatakan, prosesi pemakaman jenazah Covid-19, memang harus melewati prosedur panjang. Hal itu penting dilakukan tidak lain untuk meminimalkan risiko penularan virus corona dari tubuh jenazah pasien Covid-19 ke orang yang masih hidup, terutama petugas yang menangani ataupun pihak keluarga.

          Menurut Hamzi, kelonggaran aturan itu adalah upaya pihaknya agar pihak keluarga bisa menyolatkan dan melihat wajah pasien positif corona untuk terakhir kalinya. “Tapi, tetap kita awasi dengan tidak melabrak aturan medis sesuai protokol Covid-19,” kata Hamzi.

          Ia memastikan, pelonggaran aturan itu adalah upaya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB untuk peka terhadap situasi kebatinan pihak keluarga yang selama ini kesulitan melihat ada keluarga mereka yang meninggal, lantaran terpapar Covid-19.

          “Kami paham situasi kebatinan keluarga. Makanya, aturan kita longgarkan sesuai kearifan lokal namun standar dan protokol yang ada tidak kita abaikan. Salah satunya, keluarga pun kita batasi jumlahnya serta jarak mereka juga kita atur,” tandas Hamzi Fikri. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.