Berbagi Berita Merangkai Cerita

Program Gerai Maritim Jamin Ketersedian Bapok dan Bapokting

0 12

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani mengatakan, pemanfaatan tol laut melalui program gerai maritim dengan memanfaatkan tol laut yang dirintis oleh Pemerintah Pusat akan mampu membantu pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) di wilayahnya.

Selain itu, adanya program ini bisa memangkas biaya distribusi sehingga disparitas harga yang selama ini terjadi antara daerah terpencil, terluar dan perbatasan bisa diturunkan.

“Yang utama adanya program gerai maritim ini akan bisa digunakan untuk mendorong ekspor di wilayahnya masing-masing. Salah satunya, di NTB,” ujarnya menjawab wartawan, Rabu (12/2).

Menyampaikan sambutannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Gerai Maritim pemanfaatan tol laut di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Selasa (11/2) malam, program Gerai Maritim merupakan instrumen dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

“Disinilah, tugas Pemerintah dan pemerintah daerah mengendalikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting di seluruh Wilayah NKRI dalam jumlah yang memadai, mutu yang baik dan harga terjangkau kedepannya,” kata Hajjah Selly.

Merujuk Perpres Nomor 70 tahun 2017 tentang penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang (tol laut, jembatan dan udara) maka program Gerai Maritim sangat selaras. Pada program ini yang menjadi fokus utamanya adalah pendistribusiaan barang kebutuhan pokok dan barang penting ke daerah terpencil, terluar dan perbatasan. Sehingga, dalam praktiknya, beberapa instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Pemda dan operator kapal akan dilibatkan secara aktif.

“Jadi, untuk mewujudkan konektivitas laut secara efektif, tentunya melalui kapal yang berlayar secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur. Harapannya, perluasan jaringan distribusi produk unggulan daerah setempat sebagai muatan balik dan meningkatkan perdagangan antar pulau yang akan memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan keseimbangan antara daerah surplus dan minusnya akan bisa terwujud dengan baik,” jelas Selly seraya menambahkan muaranya kesejahteraan petani dan nelayan di daerah terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).

Khusus di NTB, program tol laut akan mulai dilaksanakan pada tahun ini. Direncanakan, Pelabuhan Badas di Kabupaten Sumbawa dan di Pelabuhan Bima di Pulau Sumbawa akan menjadi pilot project dari sisi pengembangannya. Ia berharap agar program serupa juga menyasar pelabuhan di Pulau Lombok.
“Yang utama itu juga akan dapat menciptakan keseimbangan antara daerah surplus dan minus. Maka, prinsip penyetaraan ekonomi di wilayah barat Indonesia dan wilayah timur Indonesia yang selama ini terjadi ketimpangan harga akan tidak bisa lagi terjadi. Pokoknya, barang – barang akan lebih mudah terdistrubusi hingga pelosok dan pemperlancar koneksi antar pulau jika ketimpangan kewilayahan itu tidak ada lagi kedepannya,” tandas Selly Andayani.

Rakor Gerai Maritim 2020 di Kota Mataram yang diikuti oleh sebanyak 21 Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) di 21 provinsi di Indonesia diantaranya Kadis Disdag Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat itu, dibuka oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto.RUL.

Leave A Reply