Berbagi Berita Merangkai Cerita

Prof Masnun : Dua Tahun Mahasiswa Semester I dan III Tak Pernah Lihat Kampus

120

FOTO. Kapolda NTB Irjen Pol. Muhammad Iqbal (tiga kiri) bersama Wagub Sitti Rohmi Djalilah dan Rektor UIN Mataram Prof. Masnun Tahir (tiga kanan) usai pelaksanaan Vaksinasi Presisi Merdeka yang digelar jajaran Polda NTB, kemarin. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mulai memberlakukan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) secara terbatas menyusul status Kota Mataram yang masuk PPKM level 3.

Rektor UIN Mataram, Prof. Masnun Tahir, mengatakan, kebijakan PTM terbatas hanya berlaku bagi mahasiswa semester I dan III. Pasalnya, selama dua tahun masa pandemi Covid-19 mereka belum pernah melihat kampusnya.

“Alhamdulillah, setelah rapat pimpinan dengan mempertimbangkan berbagai aspek pada Jumat (3/9) maka diputuskan untuk PTM terbatas dilakukan pada mahasiswa semester I dan III Tahun Akademik 2021/2022,” ujar Prof Masnun pada wartawan, Minggu (12/9).

Prof Masnun menegaskan, pertimbangan membuka PTM telah dilakukan melalui langkah-langkah koordinatif dan komunikasi dengan beberapa instansi terkait dan stakeholder dalam rangka menjamin kesiapan dalam pelaksanaan PTM terbatas di UIN Mataram.

Lanjut dia, Kementerian Agama melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam telah pula menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor : B-2721.1/DJ.I/PP.00.9/08/2021 tentang penyelenggaraan perkuliahan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam tahun akademik 2021/2022 selama PPKM pada masa pandemi corona virus desease 2019.

“Jadi UIN Mataram telah melalui sejumlah tahapan untuk memulai PTM terbatas. Tentunya, pertimbangan situasi dan kordinasi dengan berbagai pihak terkait telah pula dilakukan dengan sangat intensif,” kata Prof Masnun.

Ketua PWNU NTB itu mengatakan langkah strategis sebelum memulai PTM telah dilakukan pihaknya. Di antaranya, melakukan Vaksinasi Presisi Merdeka dengan menyasar sebanyak 1000 mahasiswa yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Polda NTB pada Kamis (5/8) lalu.Selain itu, penerapan prokes Covid-19 secara ketat telah dilakukan oleh seluruh civitas akademika.

Satgas Covid-19 UIN Mataram yang dibentuk oleh Rektor pun terus memantau langsung proses perkuliahan tatap muka dengan menyaratkan kehadiran dan interaksi sesuai jadwal yang berlaku. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih waktu perkuliahan dari sisi dosen pengajar dan mahasiswa sebagaj peserta perkuliahannya.

Tak hanya itu, sarana prasarana yang dibutuhkan untuk proses perkuliahan tatap muka dilakukan penyeterilan sebelum dan sesudahnya dilakukan penyemprotan disinfektan agar tetap higienis.

Di areal kampus UIN, para mahasiswa, dosen hingga civitas akademika diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Selanjutnya, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

“Di setiap ruangan juga telah disiapkan fasilitas hand sanitizer, face Shield, thermo gun dan fasilitas kesehatan. Nantinya, jika ada yang terpapar Covid-19, maka Satgas Covid-19 UIN Mataram akan langsung melakukan aksi 3T, yaitu testing, tracing dan treatment dengan melakukan pengujian, pelacakan dan tindakan pengobatan kepada civitas akademika yang terpapar virus Covid-19,” jelas Prof Masnun.

“Intinya, enam poin yang harus dipenuhi oleh lembaga pendidikan apabila ingin melaksanakan PTM terbatas, sesuai standar Kemenkes RI telah kita lakukan seluruhnya,” sambung dia.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 UIN Mataram, Subuhi mengatakan, jumlah total civitas akademika di UIN Mataram yang sudah melakukan vaksinasi mencapai 3.500 orang. Hampir 60 persen juga sudah mengikuti vaksinasi secara mandiri mengikuti program Dinas Kesehatan setempat.

“Yang vaksinasi mandiri melakukannya ditempat domisili mereka. Disitu, program khusus vaksin bagi ASN UIN Mataram bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB melalui RS Mata NTB,” tandas Subuhi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.