Menu

Mode Gelap

Dinamika · 22 Nov 2022 06:05 WITA ·

Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (5-selesai), Porwanas XIII, Silaturrahmi dalam Laga


					Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (5-selesai), Porwanas XIII, Silaturrahmi dalam Laga Perbesar

Foto : Tari kolosal “Journey of Nusantara” sambut Porwanas XIII.

Kota Malang Raya, Jawa Timur, selama sepekan sejak tanggal 21-27 November 2022, kedatangan ribuan wartawan. Jumlah ini lebih dari cukup untuk mengenali kota berhawa sejuk itu terutama dalam menggelorakan silaturrahmi melalui kegiatan olah raga para pewarta.

Daya magnet Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII tahun 2022, bagi para jurnalis begitu kuat. Setidaknya, ada nilai kompetisi, rekreatif dan persaudaraan dalam ajang ini setelah sekira enam tahun penantian.

Jangan heran, wartawan yang datang ke Malang Raya tidak hanya yang terakomodir pendanaan panitia SIWO PWI disetiap daerah. Ada diantaranya yang nekat bertandang dengan modal sendiri sebagai partisipan untuk mengetahui keadaan Porwanas secara langsung.

Salah satunya David. Wartawan asal Kabupaten Lombok Utara ini mengendarai sepeda motor. Dari KLU ia menuju Lembar yang mengantarnya dengan kapal ferry menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Perjalanan lewat laut ditempuh dalam waktu 14 jam. Ia kemudian melanjutkan tour dari Banyuwangi menuju Malang Raya selama 8 jam.

Walau bukan atlet yang ikut dalam ajang pertandingan, kehadirannya itu tidak lepas dari dorongan mengetahui kegiatan yang diikuti sebanyak 35 provinsi itu.

Bagi seorang jurnalis, perjalanan menempuh jarak yang jauh merupakan hal yang biasa. Jika pun menilai tidak biasa, pengalaman tersebut akan memelihara kekuatan fisik maupun mental mengarungi lautan pengalaman.

Menurut David, Porwanas perlu difahaminya secara langsung. Ajang ini ditunggu-tunggu sehingga memantik energinya selaku anggota PWI untuk berpartisipasi walau sebatas penggembira.

Bersama Muhsin, dengan semangat menggebu David mengaku justru menemukan perjalanan panjang yang mengasyikkan ditengah tantangan cuaca yang cukup berat. Kadang tubuhnya harus diterpa gerimis sepanjang jalan yang disikapi dengan beristirahat di warung terdekat sambil menikmati pemandangan.

Porwanas XIII mempertandingkan diantaranya cabang olahraga raga futsal, biliar, tenis lapangan, bulu tangkis, tenis meja, atletik, dan e-sports mobile.

Kegiatan itu dihadiri pejabat Pusat, termasuk pimpinan daerah yang menjadi tuan rumah.

Pada pembukaan Porwanas Senin (21/11), hadir Menpora Zainudin Amali, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ketua PWI Pusat, sejumlah bupati, tokoh pers Dahlan Iskan, dan lain-lain.

Acara diawali dengan tari kolosal “Journey of Nusantara” yang melibatkan 400 an pelajar. Tari itu menggambarkan kebhinnekaan yang luar biasa di Tanah Air. Para penari tampil memukau dengan nuansa kultur budaya masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Para peserta ajang inipun melakukan defile yang diawali dari Aceh dan diakhiri oleh Jawa Timur selaku tuan rumah. Mereka akan adu kemampuan di bidang olahraga raga yang dipertandingkan.

Sedangkan beberapa cabang olahraga sudah dimulai sejak Minggu. Pada cabang futsal, Provinsi NTB menaklukkan Tim Sulsel dalam laga tanpa tanding alias menang WO.

Pada pembukaan Porwanas XIII yang berlangsung di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Senin (21/11), hal yang cukup menarik adalah kehadiran komedian kata, Cak Lontong, yang memberikan hiburan dengan dalam stand of comedy. Salah satunya memaknakan nama Menpora Zainudin Amali yang sesuai dengan kondisi kekinian.

Ketua Panitia Porwanas XIII, Lutfi Hakim, mengatakan gelaran Porwanas untuk menguatkan persatuan antar wartawan atau silaturrahmi serta meningkatkan perekonomi masyarakat. Sedangkan Menpora Zainudin Amali saat membuka acara mengatakan bahwa olahraga bukan hanya membugarkan masyarakat khususnya jurnalis tetapi juga mendorong perekonomin.

Dalam soal menjaga kebugaran, hal ini sesuai dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DPON). Namun, ia mengakui olahraga belum menjadi yang utama. Ibarat menu maka olahraga masih jadi menu pembuka dan penutup.

Setidaknya, ajang Porwanas telah membuka mata tentang keindonesiaan. Setiap peserta, dari mana pun berasal, tidak merasa cemas hadir di bagian bumi Nusantara. Ajang ini telah mengeratkan ikatan emosional untuk bersama walau dalam laga. Ian

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DKD PWI NTB Serahkan Bonus kepada Peraih Perunggu Porwanas XIII

26 November 2022 - 07:57 WITA

DPD GMNI NTB Gelar Diskusi “Strategi Pemuda Dalam Mendukung KTT G20 dan Pemulihan Nasional”

25 November 2022 - 16:33 WITA

Masifkan Penjaringan Atlit Golf Muda

23 November 2022 - 16:35 WITA

Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (4), Kota yang Hidup, Kuliner yang Menggoda

20 November 2022 - 22:42 WITA

NTB Ikuti Sepuluh Cabor Porwanas di Malang

20 November 2022 - 08:42 WITA

Press Trip JMSI NTB (3), Media Itu Keluarga Sendiri

19 November 2022 - 21:46 WITA

Trending di Dinamika