Menu

Mode Gelap

Dinamika · 19 Nov 2022 21:46 WITA ·

Press Trip JMSI NTB (3), Media Itu Keluarga Sendiri


					Press Trip JMSI NTB (3), Media Itu Keluarga Sendiri Perbesar

Foto : Slamet bersama ketua JMSI NTB.

Hubungan pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi dengan media begitu erat. Ibarat sebuah keluarga.

Memandang Pemkab Banyuwangi seperti melihat hubungan harmonis sebuah keluarga.Orang tidak sungkan datang ke Pemkab setempat. Siapapun tamunya dilayani dengan suguhan khas daerah berupa makanan dan minuman. Para tamu mengambil sendiri jajanan dan minuman berupa teh, kopi dan jamu seperti beras kencur dan temulawak.

Masyarakat yang ingin berkomunikasi dengan pemerintah bisa melakukannya dengan mudah tanpa memandang status sosial. Tepatnya di lounge Kantor Pemkab, tamu diterima secara terbuka. Tidak hanya bagi masyarakat, melainkan juga bagi awsk media.

Cermin hubungan antara pemerintah setempat dan media nampak dari daya dukung media membangun interaksi positif pemerintah dengan masyarakat.

Program-program positif pemerintah terekspose dengan baik, dilihat dari pemberitaan berbagai kebijakan daerah berjuluk “The Sunrise of Java” itu. Misalnya yang menyangkut inovasi pelayanan publik.

Salah satunya Mal Pelayanan Publik (MPP) yang diperkuat Perbup No. 59 tahun 2017. Keberadaannya melahirkan citra positif di masyarakat sehingga berkembang pesat sejak dibuka tahun 2017.

MPP melayani proses pemenuhan dokumen administrasi dan perizinan seperti paspor, adminduk, layanan kepolisian, layanan Kemenag, OSS, pajak, BPJS, dan lain-lain. Terdapat juga ruang baca sejenis perpustakaan yang disebut “Sudut Baca”.

Area bekas gedung mangkrak itu kini terbuka bagi warga. Hebatnya, ketika petugas memberikan pelayanan, proses itu bisa dilihat transparan bahkan oleh orang di sekitarnya. Disisi lain, setiap melihat pengunjung yang datang, para pelayan masyarakat dari berbagai OPD itu senantiasa menyambut dengan senyum.

Menurut salah seorang koordinator pelayanan publik Bapenda Banyuwangi yang berada dibawah naungan MPP, Slamet, jenis layanan publik yang dibuka di MPP kian bertambah. Kini sudah ada 200 an jenis pelayanan yang dibuka di gedung tiga lantai iru.

“Setiap hari ramai, ada sampai 300 orang yang datang sampai sore, ” kata Slamet.

MPP membangun implikasi positif. Selain mudah dan melahirkan kesadaran masyarakat, juga memicu terjadinya kenaikan pendapatan daerah.

Pemkab pun kemudian terinspirasi lagi mengemas jenis layanan publik berupa Pasar Layanan Publik yang melayani dokumen adminduk warga.

Keberadaan program inovasi Kabupaten Banyuwangi meluas se Tanah Air dan menjadi atensi daerah lain sebagai salah satu model pembelajaran. Hal ini sekaligus membuat Banyuwangi dinilai sebagai daerah inovatif.

“Pemda bermitra dengan media. Media luar biasa. Tanpa peran media masyarakat tidak akan tahu informasi, ” kata Kadis Kominfo Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso, ketika menerima rombongan JMSI NTB, Jumat. (17/11).

Menurutnya, semua media baik cetak maupun elektronik digandeng karena media sudah dianggap keluarga sendiri.

Terkait kerjasama media, bagi Budi, di mana pun pemerintahan itu memiliki “kitab” yang sama ketika bermitra dengan media. Disaat Banyuwangi bisa bermitra dengan media secara harmonis, kata dia, maka Pemkab lain pun bisa melakukannya.

Informasi dari media masss terutama media online itu membuat masyarakat tertsrik datang ke Banyuwangi. Salah satunya melalui momentum pariwisata. Hal ini diimbangi dengan kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat di berbagai sektor.

Banyuwangi juga melakukan gebrakan Banyuwangi Festival (B-Fest). Dalam B-Fest ini terbangun kolaborasi dan kerjasama yang melahirkan mekanisme sistem sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga prasarana. Bahwa dari momentum pariwisata sektor lain juga bergerak dan mengangkat perekonomian masyarakat

Menurut Budi, pihaknya terbuka membangun kerjasama dengan pihak luar. Dalam memanfaatkan momen internasional di Mandalika Lombok yang menjadi ajang balap motor, Pemkab setempat welcome. Hal ini bertujuan untuk menggemakan Banyuwangi secara lebih luas di dunia internasional.

Banyuwangi pun berupaya melebarkan akses yang lebih baik dengan daerah lain. Sebutlah melalui jalur transportasi darat, laut dan udara. Di jalur laut akses dari Lombok ke Banyuwangi atau sebaliknya sudah terbuka melalui kapal ferry yang beroperasi setiap hari.

Terkait jalur udara, sebelumnya terdapat jalur Lombok-Banyuwangi dengan masa transit di Bali, begitu sebaliknya. Namun akses udara itu terhenti.

“Akses berupaya bisa dibuka kembali yaitu Banyuwangi – Lombok. Namun, oleh internal maskapai Banyuwangi masih belum dianggap gemuk, ” katanya.

Menurutnya, Banyuwangi berupaya menyedot pengunjung sebanyak-banyaknya dengan melibatkan berbagai pihak. Hal terpenting adalah komponen masyarakat sebagai corong pemasaran terbaik dengan contoh contoh edukasi yang diberikan aparat pemerintah setempat.

Kesiapan itu membuat Pemkab setempat yakin dengan perkembangan kota inovatif itu sehingga membangun tagline yang cukup menarik, “Jelajahi Banyuwangi Anda Pasti Kembali”. Ian

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DKD PWI NTB Serahkan Bonus kepada Peraih Perunggu Porwanas XIII

26 November 2022 - 07:57 WITA

DPD GMNI NTB Gelar Diskusi “Strategi Pemuda Dalam Mendukung KTT G20 dan Pemulihan Nasional”

25 November 2022 - 16:33 WITA

Masifkan Penjaringan Atlit Golf Muda

23 November 2022 - 16:35 WITA

Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (5-selesai), Porwanas XIII, Silaturrahmi dalam Laga

22 November 2022 - 06:05 WITA

Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (4), Kota yang Hidup, Kuliner yang Menggoda

20 November 2022 - 22:42 WITA

NTB Ikuti Sepuluh Cabor Porwanas di Malang

20 November 2022 - 08:42 WITA

Trending di Dinamika