Menu

Mode Gelap

Religi · 29 Jul 2018 21:48 WITA ·

PRESIDEN JOKOWI INGATKAN PENTINGNYA MERAWAT KERUKUNAN


					Presiden Jokowi ketika berdialog dengan guru dan santri Perbesar

Presiden Jokowi ketika berdialog dengan guru dan santri

SUMBAWA,DS-Presiden RI, Ir. Joko Widodo mengingatkan pentingnya merawat kerukunan, sebagai modal untuk membangun bangsa Indonesia yang besar ini.  Presiden menegaskan tersebut bersilaturahmi sekaligus meresmikan sejumlah fasilitas Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela, di Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, Minggu (29/07/2018).

Presiden kelahiran Solo, Jawa Tengah itu disambut hangat masyarakat Sumbawa sejak keluar dari Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Masyarakat berhamburan  hingga ke tengah jalan menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu. Kedatangan Presiden bersama istri itu sendiri berkenaan dengan peresmian Masjid Rumah Dea Guru di Ponpes Dea Malela dan meninjau kegiatan padat karya di Kecamatan Moyo Hulu.

Dalam sabutannya Jokowi menjelaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang harus dirawat dengan baik. Bahkan, bangsa yang besar ini harus diisi oleh orang-orang yang bermimpi besar.

“Kenapa disebut negara besar, karena negara kita ini memiliki jumlah penduduk sekitar 263 jut jiwa, 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi,” jelas Presiden Jokowi di hadapan sejumlah menteri, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan tamu undangan.

Presiden Jokowi juga menjelaskan Bangsa Indonesia, dengan seluruh perbedaan, kemajemukan, baik agama, adat istiadat, suku merupakan anugerah dari Allah SWT. Karena itu, Presiden mengajak seluruh anak bangsa untuk merawat ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, Ukhwah Insaniyah, sebagai bentuk tanggung jawab atas semua anugerah itu.

“Saya titip, jangan sampai negara besar ini retak, tidak rukun, gara gara pilihan bupati, pemilihan gubernur, atau presiden. Pilih yang paling baik, rukun kembali,” harap Presiden.

Sebelumnya, Pendiri Ponpes Modern Internasional Dea Malela, Prof. Dr. Din Syamsuddin menjelaskan bahwa Ponpes tersebut dihajatkan untuk membangun anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat dunia.

“Ponpes ini adalah valley of civilization, lembah peradaban,” ungkap mantan Ketua Pusat Muhammadiyah tersebut seraya menjelaskan para santrinya, tidak hanya dari NTB. Namun juga dari seluruh Indonesia, bahkan juga dari luar negeri.

Din Syamsuddin juga menyampaikan ponpes tersebut baru berusia dua tahun dan berjalan tiga tahun. Sejumlah fasilitaspun katanya, terus dilengkapi, seperti asrama santri, perpustakaan, sarana olahraga dan sarana belajar. Bahkan sebagian besarnya sudah didirikan, berkat bantuan kerjasama dari berbagai pihak.hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Islamic Center Masih jadi Pesona Pelaksanaan Shalat Ied

2 Mei 2022 - 17:53 WITA

Dua Tahun Tanpa Pawai Takbiran, Masyarakat Kota Mataram Meluber GemakanTakbir, Ini Pesan Gubernur NTB

2 Mei 2022 - 00:16 WITA

Ajang MTQ Nasional TNI AD 2022, Duta Kodam Udayana Raih Juara Harapan 1

24 April 2022 - 00:08 WITA

BAZNAS NTB buka Pelayanan Zakat di Ramadhan Festival

18 April 2022 - 18:09 WITA

Jajaran Korem 162/WB Berbagi Takjil selama Ramadhan

17 April 2022 - 18:13 WITA

Gubernur NTB Bikin Kaget AHY dan Masyarakat Kota Bima, Ini yang Terjadi

15 April 2022 - 23:24 WITA

Trending di Religi