Berbagi Berita Merangkai Cerita

PPKM Level 4 di Mataram, Penyekatan Masih Berlaku tapi PKL Diberi Kelonggaran

514

FOTO. Kombes Pol Artanto. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Pemerintah Pusat telah resmi mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang namun dengan istilah PPKM level 4 yang berlaku di wilayah Kota Mataram. Pmberlakuannya sampai dengan 25 Juli 2021 mendatang.

Atas dasar itu, Polda NTB memastikan kebijakan mobilitas warga di Wilayah Kota Mataram masih sama dengan yang diterapkan sebelumnya.

“Belum ada (kebijakan baru), masih sama dengan sebelumnya. Tapi, untuk para PKL kita beri toleransi berjualan satu jam hingga pukul 21.00 WITA dari awalnya hanya pukul 20.00 WITA,” ujar Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTB, Kombes Pol Artanto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/7).

Artanto mengatakan, titik penyekatan masuk Wilayah Kota Mataram masih tetap diberlakukan. Hanya sektor kritikal dan esensial yang diizinkan melewati pos penyekatan.

“Penyekatan tetap kita laksanakan, sambil menunggu perkembangan kebijakan pemerintah di tanggal 26 Juli,” kata dia.

Artanto menjelaskan, empat lokasi pos penyekatan yang menjadi jalur keluar masuk Kota Mataram ini berada di Bundaran Tugu Mataram Metro yang lokasinya di sebelah selatan Kota Mataram. Jalur by pass itu merupakan jalur alternatif para pengendara yang berasal dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat maupun Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Kabupaten Lombok Tengah.

Kemudian lokasi lainnya berada di sebelah utara, yakni di Jalan Saleh Sungkar, depan makam Bintaro, Kecamatan Ampenan yang menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Selanjutnya, lokasi ketiga berada di bagian timur Kota Mataram, yakni di Jalan Ahmad Yani, dekat dengan eks pusat perbelanjaan Lombok City Center (LCC) di Gerimak, Kecamatan Sandubaya. Jalur tersebut merupakan arus utama untuk transportasi darat menuju Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Lokasi ke empat berada di Jalan TGH Lopan, yakni di wilayah Dasan Cermen yang menjadi jalur perbatasan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat.

Artanto mendaku, dalam giat pengawasannya, polisi menjalankan tugas bersama seluruh instansi yang berkaitan dengan penanganan Covid-19, di antaranya dari TNI, Dinas Kesehatan, Satpol-PP, BPBD, dan Dinas Perhubungan.

Ia menuturkan, pada periode tiga hari pengawasan di pos penyekatan PPKM Darurat Kota Mataram beberapa hari lalu, ada sebanyak 6.605 kendaraan yang menjalani pemeriksaan.

Dari sekian kendaraan, 1.439 kendaraan diminta putar balik. Dasar petugas memberikan saran untuk putar balik kendaraan, karena pengemudi atau pun penumpangnya tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19.

“Yang diminta putar balik paling banyak itu sepeda motor, ada sebanyak 998 kendaraan, mobil 354 kendaraan, 40 bus, dan 47 minibus,” jelas Artanto.

Kemudian untuk kendaraan yang lolos dari pos penyekatan karena mengantongi sertifikat vaksin Covid-19, baik dosis pertama maupun yang sudah mendapatkan dosis lengkap, jumlahnya 4.478 orang.

“Jadi untuk yang tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin, kami lakukan swab acak. Dari 575 orang yang diswab acak, 18 orang di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19,” tuturnya.

Menurut Artanto, bahwa kegiatan PPKM Level 4 di Kota Mataram yang bersamaan dengan pengawasan di pos penyekatan akan terus berlangsung hingga batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah.

“Karena itu mohon pengertian dan kerja sama masyarakat agar pelaksanaan PPKM Level 4 sebagai pengganti PPKM Darurat di Kota Mataram ini berjalan sesuai harapan, yakni mampu menekan penyebaran Covid-19, khususnya bagaimana mobilitas penduduk bisa kita awasi,” ucap dia. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.