Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 21 Feb 2021 09:30 WITA ·

Potret Penegakkan Hukum Dimasa Pandemi Covid 19 di Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah


					Potret Penegakkan Hukum Dimasa Pandemi Covid 19 di Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah Perbesar

Oleh :Muhammad Ihwan *

Penegakan hukum atas 4 orang tersangka yang merupakan ibu rumah tangga yang membawa serta balita dalam penahanan nya membuat perasaan keadilan masyarakat sangat-sangat terusik,

Kejaksaan Negeri Praya di pandang tidak dapat melakukan penegakkan hukum secara proporsional dengan menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan,
Penegakkan hukum secara progresif terutama di masa pandemi covid 19 sangat di perlukan dengan melahirkan penegakan hukum yang berperspektif kemanusiaan dan humanis serta kompromistis, lebih-lebih atas perbuatan ecek-ecek pelemparan atas benda atau barang milik pelapor yang notabene tidak memiliki kerugian atau dampak kerusakan yang berarti yang di timbulkan oleh perbuatan tersebut,

Jika melihat gagasan hukum yang progresif seperti yang dikemukakan Prof. Satjipto Rahardjo maka hukum harusnya mendasarkan pandangannya pada gagasan bahwa, “hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum”

Dari kerangka hukum yang progresif itu harus nya dalam penerapan hukum melahirkan berbagai kerangka pikir yang dinamis dan responsif dalam menanggapi berbagai kondisi yang ada,
ada beberapa gagasan hukum progresif yang dapat dijadikan pedoman dalam menciptakan penegakan hukum yang dapat memanusiakan manusia dalam masa covid ini, misalnya :memahami regulasi/aturan bukanlah segalanya, melainkan hanya sebagai instrumen/alat untuk membantu manusia, memahami hal ini maka hukum selalu di tuntut untuk senantiasa melihat kepada kondisi yang menyertai individu/pihak yang akan dikenakan aturan aturan yang ada, dan berani untuk mengambil kebijakan yang bermanfaat yang berada di luar regulasi/aturan yang sudah di tentukan,

Pembatasan dan pelarangan sejumlah hal yang berkaitan dengan penyebaran covid 19 harus dapat di implementasikan oleh penegak hukum dengan melihat secara menyeluruh bagaimana dampak yang di timbulkan oleh suatu regulasi terhadap individu/kelompok, sebaliknya dengan melihat juga apa yang mendorong individu/kelompok tersebut dalam melakukan pelanggaran terhadap regulasi yang ada, jadi tidak terpaku pada terobosan bunyi bunyi pasal.

Keadaan khusus dan sangat spesial di masa pandemi yang semakin mengganas seperti sekarang ini seharus nya membentuk budaya dan perilaku penegakkan hukum yang lebih konstruktif dan berdaya guna bagi masyarakat,
penegakkan hukum yang hanya merupakan mesin pengulangan pasal pasal tidak di butuhkan pada saat sekarang ini

Gagasan hukum progresif sangat menekankan pada kegiatan hukum yang berhati nurani, sehingga penegakan hukum dapat mengambil peran dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan dari regulasi yang ada dengan lebih peka terhadap kondisi-kondisi yang sedang dialami oleh masyarakat, seperti kondisi kesehatan dimasa pandemi, kondisi ekonomi, psikologis dll

penulis adalah Ketua Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi NW

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rekrutment Beasiswa NTB Dilakukan Secara Transparan

17 Mei 2022 - 17:45 WITA

Mimpi Besar Anak NTB, Itu Harapan Gubernur

12 Mei 2022 - 16:30 WITA

Pembangunan Pondok Pesantren Tidak Boleh Berhenti,Ini Alasannya

10 Mei 2022 - 16:13 WITA

Gubernur Hadiri Silaturahim Pendidikan YPH PPD NWDI

7 Mei 2022 - 16:55 WITA

Gunakan Trail, Gubernur NTB Tinjau SDN 3 Bukit Tinggi

24 April 2022 - 16:26 WITA

SCImago Institutions Rankings Tempatkan Unram PT Peringkat 15 Inovasi Terbaik di Indonesia

18 April 2022 - 14:26 WITA

Trending di Pendidikan