Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 28 Okt 2019 05:23 WITA ·

Posyandu keluarga Terintegrasi Bank Sampah Jadi Solusi Masalah Desa


					Wagub NTB bersama warga masyarakat Perbesar

Wagub NTB bersama warga masyarakat

LOTIM,DS-Setelah Desa Dorokobo, Kempo, Kabupaten Dompu sukses mengintegrasikan posyandu dan bank sampahnya, kini di sejumlah desa mulai mengikuti sukses itu. Salah satunya Pasyandu Keluarga Dusun Menak Utara, Kalijaga selatan, Kecamatan Aikmel- Lombok Timur.

Posyandu itu merupakan satu diantara sejumlah posyandu di Desa Kalijaga Selatan yang berhasil direvitalisasi menjadi layanan posyandu keluarga, yang diresmikan Wakil Gubernur NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, Sabtu (26/10/2019)

Dalam sambutannya Wagub Ummi Rohmi menyampaikan apresiasi atas upaya sungguh-sungguh dan kerja keras pemerintah desa dan para tokoh setempat dalam upaya revitalisasi posyandu, termasuk mengintegrasikannya dengan bank sampah dalam upaya mewujudkan kebersihan lingkungan (zero waste).

Karena, menurut Ummi Rohmi, persoalan kesehatan, dan masalah stunting/gizi buruk yang dihadapi masyarakat, bukan sepenuhnya disebabkan kekurangan gizi atau kesehatan saja, tetapi lebih banyak disebabkan oleh faktor kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, posyandu keluarga menjadi solusi menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di desa. Sehingga harus ada disetiap sudut desa, ujarnya.

“Posyandu ini kita harapkan sepenuhnya melayani masyarakat, mulai dari Bayi, balita, ibu hamil, remaja hingga lansia,” tuturnya.

Wagub menjelaskan bahwa dengan adanya posyandu keluarga, nantinya akan dapat digunakan warga sebagai wadah untuk mendiskusikan, serta dijadikan tempat konsultasi berbagai masalah yng mencangkup apa saja, termasuk kesehatan bayi,balita, remaja lansia. Karena mengingat menjaga kesehatan merupakan kebutuhan vital yang bernilai ibadah.

Sementara itu Kepala Desa Kalijaga Selatan, H. Mustoin Asror, menjelaskan bahwa kehadiran posyandu keluarga sangat tepat sebagai solusi ditengah kompleksitas masalah yang ada didesa.

Desa Kalijaga Selatan sendiri memiliki lima posyandu aktif yang semuanya diubah menjadi posyandu keluarga, dengan harapan nanti posyandu tersebut hadir sebagai tempat untuk sharing berbagai masalah. Diantaranya yakni menekan angka pernikahan dini dengan melakukan edukasi melalui posyandu remajanya, dan juga kedepan posyandu yang ada akan diintegrasikan dengan bank sampah yang masih dalam proses pengerjaan,” terang Kades.hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PKK Punya Peran Besar Cegah Narkoba

19 Mei 2022 - 07:03 WITA

Wagub NTB Semangati Anak-anak untuk Vaksinasi

19 Mei 2022 - 06:58 WITA

Ratusan Ternak di Loteng dan Lotim Positif PMK, DPRD NTB Minta Pemprov Turun Tangan Bantu Lakukan Vaksinasi Ternak

18 Mei 2022 - 17:45 WITA

Kepala Bernanah Terus-Menerus, Bocah 5 Tahun Digelontor Bantuan

17 Mei 2022 - 06:59 WITA

Mudik Lebaran Idul Fitri, RSUD Provinsi NTB Siap Beri Pelayanan 24 Jam

4 Mei 2022 - 18:04 WITA

Jadikan Mata Telinga Gubernur, “NTB Care” Gulirkan Bantuan Kursi Roda untuk Said

26 April 2022 - 22:18 WITA

Trending di Kesehatan