Menu

Mode Gelap

Politik · 29 Jun 2018 18:17 WITA ·

Posisi Menang, Suhaili-Amin Tak Akui Klaim Zul-Rohmi


					Ketua tim pemenangan paslon Suhaili-Amin, Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH (tiga kanan) didampingi tim pemenangan lainnya saat memberikan keterangan pers terkait hasil qc LSI Denny Ja Pilgub NTB Perbesar

Ketua tim pemenangan paslon Suhaili-Amin, Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH (tiga kanan) didampingi tim pemenangan lainnya saat memberikan keterangan pers terkait hasil qc LSI Denny Ja Pilgub NTB

MATARAM, DS – Pimpinan parpol koalisi pendukung pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut satu, HM. Suhaili FT-Muhamad Amin,  belum menerima klaim kemenangan yang telah disuarakan oleh paslon nomor urut tiga Dr. Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) yang merujuk pada hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Konsultan Citra Indonesia (KCI) pada Pilgub NTB 2018.

Suhaili-Amin  memiliki data tabulasi form C1-KWK dari seluruh saksi di TPS di NTB yang menyebutkan jika paslon yang didukung koalisi tiga parpol, yakni Golkar, PKB dan Partai Nasdem itu masih unggul dari paslon Zul-Rohmi.

“Memang kita punya tabulasi perhitungan suara dari para saksi. Itu masih berjalan hingga kini. Dan, sampai tadi malam, kita masih unggul. Namun, kami berkomitmen menunggu perhitungan resmi dari real count KPU NTB,” ujar Ketua Tim Koalisi Parpol Suhaili-Amin,  Hj. Baiq Isvie Rupaedah menjawab wartawan, Kamis (28/6).

Sekretaris DPD Golkar itu menyatakan, batalnya LSI Denny Ja merilis hasil quick count mereka pada Rabu (27/6) petang, jelas menjadi indikator manakala Pilgub NTB kali ini belum ada satupun paslon pemenangnya.

Oleh karena itu, Isvie mengimbau semua pihak, baik relawan dan pendukung paslon Suhaili-Amin agar bersabar menunggu hasil perhitungan secara resmi oleh pihak KPU NTB. Selain itu, Ketua DPD Golkar NTB telah pula mengeluarkan instruksi pada semua Ketua DPD II Partai Golkar di semua wilayah NTB agar mengamankan form C1-KWK yang telah dikumpulkan para saksi di semua TPS.

“Jadi, kalau ada sekarang ini paslon yang menyatakan dirinya menang, maka belumlah. Kan LSI Denny Ja memiliki dua versi hasil yang berbeda-beda hasilnya di dua media berbada, yakni Antara dan Tempo dengan selisih 0,02 persen. Baiknya, kita serahkan ke lembaga resmi. Yakni, KPU,” kata Isvie.

Terpisah, Juru bicara paslon Suhaili-Amin, Hasan Masat, menyatakan pihaknya menolak hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh LSI Denny JA. Sebab, proses pilkada NTB hingga kini masih berjalan. Selain itu, seluruh tim pemenangan Suhaili-Amin juga menyaksikan secara langsung sempat terjadi penarikan hasil quick count oleh lembaga LSI itu.

“Wajarlah, kami mengherankan, jika Pilkada NTB ada masalah, yaitu reaksi dan opini dari hasil quick count yang dihembuskan oleh tim pemenangan paslon tertentu. Kami menolak hasil quick count yang terlihat berupaya melakukan penggalan opini, sehingga kami akan sabar menunggu hasil real count oleh KPU NTB,” tandas Hasan Masat.

Dikethaui, LSI Denny JA bekerjasama dengan Konsultan Citra Indonesia (KCI) batal merilis hasil Quick Count Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2018-2023. “Jika selisih persentase di bawah 3 persen, maka kami berani publish siapa pemenang. Tapi ini hasilnya tipis sekali,” ujar peneliti LSI Khobbab, di Mataram, Rabu petang, kemarin.

Pasangan Suhaili-Amin seperti yang dirilis LSI Deny JA yang dipublish di media pada meraih 29,38 persen, dan pasangan Zul-Rohmi 29,43 persen. Sedangkan pasangan Ahyar-Mori 24,47 persen, dan pasangan Ali-Sakti 16,73 persen, dari data masuk 99,55 persen.

Khobab menjelaskan, belum berani memutuskan apalagi merilis hasil quick count.  Mengingat, tim LSI menggunakan beberapa TPS secara acak dan profesional. “Apakah bisa dipercaya, bagi kami bisa kalau melihat dari sejarah,” ujarnya lagi.

Menurut Khobbah, standar suara masuk sehingga bisa dipastikan ada paslon menang kisaran 90-95 persen. Namun, dilihat dari angka itu, ada selisih sangat tipis. Oleh sebab itu, harus menunggu hasil penetapan KPU.

Mengingat, kata dia, dalam Pilgub NTB 2018 ini, LSI menetapkan margin of error sekitar 1 persen jika dilihat dari angka partisipasi pemilih. Selain itu, informasi yang dihimpun, tidak ada satu pun lembaga survei yang berani merilis resmi hasil Pilgub NTB. Lantaran, silisih sangat tipis di bawah satu persen, yakni 0,05 persen. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

PDIP NTB ubah mindset Memakmurkan Masjid dengan Menanam Pohon Buah Produktif

12 Mei 2022 - 16:14 WITA

Masuk Lima Gubernur Berpotensi Maju Pilpres 2024, Miliki Kendaraan PKS, Pangi : Peluang Zulkiefimansyah Terbuka Lebar

10 Mei 2022 - 16:55 WITA

Trending di Politik