BSK Samawa

Populasi Sapi di Lombok Timur Mencapai 131.210 Ekor

drh. Zulfan Ashri

SELONG,DS-Populasi hewan ternak di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terutama sapi tergolong masih tetap tinggi. Saat ini jumlah populasi sapi ternak di Lotim mencapai 131.210 ekor.

“Populasi sapi ternak kita masih sangat tinggi. Bahkan selama ini pemenuhan kebutuhan ternak sapi yang disuplai tidak hanya diperuntukkan bagi Lotim saja, tapi se Pulau Lombok,” terang Kepala Bidang Peternakan, Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, drh. Zulfan Ashri Jum’at (26/4).

Populasi sapi ternak paling banyak berada di Kecamatan Pringgasela mencapai 16.710 ekor. Kemudian disusul Kecamatan Terara dengan jumlah populasi sebanyak 10.268 dan Kecamatan Lenek sebanyak 10.168 ekor.

Populasi sapi ternak didominasi jenis sapi Bali karna jenis sapi ini lebih mudah beradaptasi dan lebih mudah berproduksi sehingga hal tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan bagi para peternak.

“Kalau melihat populasi ternak kita yang mencapai 131.210 ini, maka kebutuhan Idul Adha dipastikan akan terpenuhi,” ujarnya.

Dikatakan, kebutuhan sapi ternak dari tahun ketahun terus tinggi. Untuk itu tingginya kebutuhan ini harus dibarengi dengan upaya meningkatkan populasi. Akan tetapi , tahun ini program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) yang menjadi program unggulan Kementerian Pertanian telah berganti menjadi program Peningkatan Produktivitas Ternak.

Melalui program SIKOMANDAN ini pemerintah sebelumnya memberikan dukungan penuh termasuk reproduksi ditunjang dengan penyediaan bahan, alat dan sarana. Seperti semen beku, N2 cair, kontainer dan alat lainnya yang memadai serta adanya biaya operasional untuk petugas dalam setiap pelayanan.

“Tapi setelah berganti menjadi peningkatan produktivitas ternak bantuan itu sudah tidak ada dan dikembalikan ke masing-masing daerah,” jelasnya.

Setelah bantuan program SIKOMANDAN diganti, pemenuhan kebutuhan yang sebelumnya disupport penuh oleh Pemerintah Pusat, kini dipenuhi secara swadaya. Padahal potensi terutama populasi sapi betina di Lotim masih tinggi, mencapai 50 ribu.

“Hal ini perlu terus menjadi atensi pemerintah. Makanya kami perihatin dengan teman-teman di lapangan dengan kurangnya perhatian Pemerintah terhadap populasi sapi betina. Kami harap agar Pemerintah Daerah memberikan support, meskipun program SIKOMANDAN sudah ditiadakan,” pungkasnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.