Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Politik / TGB Sayangkan Penceramah Umbar Kebencian karena Politik
Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi MA saat menyampaikan ceramahnya di Masjid Hubbul Wathan IC NTB

TGB Sayangkan Penceramah Umbar Kebencian karena Politik

MATARAM, DS – Mantan Gubernur NTB Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) angkat bicara atas mulai meningkatkanya eskalasi politik menuju pilpres 2019 yang kian tidak sehat akhir-akhir ini.

TGB mengaku prihatin atas sikap para penceramah yang dinilainya sangat keras memberikan materinya dan terkesan membuat kegaduhan. Bahkan, sejumlah penceramah terpantau langsung menyerang pribadi seseorang di hadapan umum.

“Kalau urusan politik, jangan korbankan persaudaraan. April kan selesai, dendeq keras laloq, kalah laun (jangan keras sekali, kalah nanti),” ujar TGB dalam siaran tertulisnya, Sabtu (8/12).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) itu mengaku telah mengingatkan umat islam di NTB terkait pentingnya persaudaraan antar umat Islam saat menjadi khotib jumat di Masjid Hubbul Wathon, Islamic Center (IC) NTB pada Jumat (7/12).

Menurut TGB, tidak ada yang lebih berharga dari silaturahim. Kepala daerah periode 2008-2018 ini meminta seluruh masyarakat tetap menjaga adab dan akhlak. “Kita jaga akal sehat kita,” tegas TGB.

Ia menjelaskan, ada ribuan hadis yang bisa dibaca oleh semuanya, tidak ada sekalipun di dalamnya Nabi Muhammad shalallahu alahi wassalam mengumpat orang. Apalagi sampai mengumpat di depan orang banyak.

“Sekarang alasannya (mengumpat) karena ada kezaliman. Memangnya dahulu tidak ada kezaliman. Justru kelembutan akan semakin mengindahkan. Sebaliknya kekasaran akan mencacatkan yang lain,” ucapnya.

Doktor Ahli Tafsir Alumni Al Azhar, Mesir ini melanjutkan, contoh baik Nabi Muhammad SAW ketika menunjukkan kemaafan mendahului kemarahan. Kata TGB, Nabi Muhammad SAW semakin dikasari semakin keluar kehalusannya.

“Oleh salah satu sahabat, sebelum memeluk Islam mengatakan. Ia melihat banyak tanda dari nabi sebelumnya, ada dua tanda yang hanya ada di Nabi Muhammad shalallahu alahi wassalamyaitu kemaafan mendahului kemarahan dan kehalusan ketika dikasari. Kok kita sebagai umatnya kasar, tidak pantas,” ungkap TGB.

TGB kemudian mengisahkan soal Khalifah Harun Al Rasyid. Saat itu ada masyarakat yang datang ke kerajaan marah dengan berbicara kasar dan mengkritik soal kebijakannya memimpin.

“Harun Al Rasyid berkata, saya tidak lebih buruk dari Firaun dan Anda tidak lebih baik dari Nabi Musa, kok bicara kasar. Raja Harun Al Rasyid itu siap menerima nasehat namun dengan cara yang baik,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Johan Siap Suarakan Industrialiasasi Perikanan dan Kelautan NTB di DPR RI

MATARAM, DS – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengaku bersyukur ditempatkan partainya, PKS, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: