Selasa , 18 Juni 2019
Home / Politik / Soal Aksi Teror 22 Mei TGB Ajak Warga Tenang, Kapolda Minta Warga NTB Kembali Bersatu
Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi

Soal Aksi Teror 22 Mei TGB Ajak Warga Tenang, Kapolda Minta Warga NTB Kembali Bersatu

MATARAM, DS – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGH. Muhamad Zainul Majdi, menyakini aparat kepolisian dan TNI mampu membuat keamanan dan kenyaman bagi seluruh warga Indonesia.

Oleh karena itu, Tuan Guru Bajang (TGB) mengimbau masyarakat tidak perlu takut apalagi khawatir akan adanya ancaman akasi terorisme yang kabarnya akan dilakukan oleh jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) — yang berencana melakukan serangan bom pada 22 Mei 2019.

“Kalau saya masih yakin aparat keamanan kita akan bisa bekerja profesional menghadirkan rasa aman dan kenyamanan pada warganya. Jadi, untuk apa kita takut atas adanya ancaman aksi terorisme itu,” ujar Zainul Majdi saat dihubungi wartawan melalui telpon selulernya terkait rencana aksi teror dari kelompok yang tidak menerima hasil Pilpres 2019, Selasa (21/5).

Mantan Gubernur NTB dua periode itu menegaskan, sudah menjadi kewenangan aparatur keamanan untuk menangani ancaman terorisme tersebut. Apalagi, sejak awal adanya ancaman terorisme yang disebut kepolisian berpotensi menunggangi aksi protes yang akan digelar pada 22 Mei 2019 telah diendus oleh aparat kepolisian. Dimana, polisi telah menangkap 29 terduga teroris.

“Negara kita punya aparatur keamanan. Jadi, marilah kita percayakan penyelesaian aksi terorisme itu pada alat negara yang sah, yakni kepolisian. Selain itu, tentu saja jajaran TNI yang siap membantu tugas daripada kepolisian,” tandas Zainul Majdi.

Jaga Kondusifitas
Dikonfirmasi terpisah, Kapolda NTB, Brigjen Pol Nana Sudjana, mengajak masyarakat NTB menjaga kondusifitas jelang pengumuman Pemilu 2019 pada 22 Mei. Nana menilai perbedaan dukungan saat pilpres maupun pileg merupakan hal yang wajar dalam pesta demokrasi.

Nana menyebutkan, puncak keikutsertaan masyarakat dalam pemilu ialah saat pemungutan suara pada 17 April. “Sebenarnya kita (NTB) sudah selesai saat KPUD NTB sudah laksanakan pleno, ya kita sudah selesai, tinggal ikuti perkembangan di pusat yang sampai saat ini masih berjalan,” ujar Kapolda.

Menurut dia, adanya perbedaan dukungan cukup terjadi selama proses pemilu berlangsung. Setelah itu, Nana mengajak masyarakat NTB kembali bersatu dan membangun NTB agar lebih maju.

“Perbedaan ini cukup dibatasi saat pemilu, setelah itu kita kembali menyatu meningkatkan pembangunan di NTB. Saya yakin ke depan dengan pimpinan yang baru di pileg kami yakin akan menghasilkan kreativitas membangun negeri di NTB,” ucap Kapolda Nana Sudjana. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Rampungkan Kronologi, KPU NTB Siap Hadapi Gugatan MK

MATARAM, DS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB terus bersiap menghadapi gugatan perselisihan hasil pemilihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: