Selasa , 15 Oktober 2019
Home / Politik / PKS Jagokan 5 Figur Perempuan Tampil di Pilkada Mataram 2020
Lima figur perempuan kader PKS NTB yang akan dimajukan dalam kontestasi Pilkada Mataram 2020

PKS Jagokan 5 Figur Perempuan Tampil di Pilkada Mataram 2020

MATARAM, DS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  akan memrioritaskan kader internal khususnya dari kalangan perempuan untuk maju pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Mataram 2020 mendatang. PKS menilai banyak kader perempuan PKS di ibukota provinsi NTB tersebut yang memiliki potensi.

Wakil Ketua DPW PKS NTB, Johan Rosihan, menyatakan ada lima figur perempuan di DPW PKS NTB yang layak dimajukan dalam Pilkada di Mataram. Mereka diantaranya, Nuryanti Tajudin (Kabid di Bappeda NTB yang juga Presedium KA Kammi NTB), Hj. Istiningsih (Caleg terpilih DPRD Kota Mataram yang sebelumnya adalah anggota DPRD NTB dua periode).

Selanjutnya, Lilik Sri Hartini (Wakil Direktur SDIT Anak Sholeh yang juga Ketua Yayasan Bina Insan Mandiri Cakranegara), Dwi Anggraini Kusumah ST (Caleg DPR RI Dapil NTB yang juga pengusaha muda real estate) dan Febri Khairunnisa (Aktifis perempuan yang juga Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera).

“Kelima figur perempuan kita dorong untuk maju di Pilkada Mataram. Kemampuan mereka sudah teruji selama ini,” ujar Johan menjawab wartawan, Rabu (3/7).

Ketua Fraksi PKS DPRD NTB itu mengatakan, ada sejumlah alasan kenapa harus perempuan. Salah satunya terkait faktor kebersihan, tata wilayah, dan dapat membina hubungan baik dengan provinsi. “Pokoknya, harus ada perubahan signifikan di Mataram. Caranya, melalui sentuhan rasa daripada perempuan,” tegas Johan.

Politikus yang terpilih sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) NTB 1 Pulau Sumbawa pada Pileg 2019 ini, mengapresiasi upaya pemerintah Kota Mataram menata kota, salah satunya di pintu masuk Kota Mataram di lingkar selatan. Namun, keberadaan pedagang kaki lima menjadi salah satu pekerjaan rumah yang semestinya bisa dituntaskan. “Calon perempuan itu harus didorong maksimal karena lebih peka terhadap kebersihan,” ucapnya.

Faktor lain yang membuat PKS lebih getol mendorong figur perempuan adalah pola kerja yang dinilai lebih sistematis dan apik. Dia mencontohkan Kota Surabaya di bawah kendali pemimpin perempuan, yakni Tri Rismaharini atau Bu Risma.

Tidak hanya itu, Kota Mataram dinilai butuh pemimpin tegas dan lihai dalam berkomunikasi. Memiliki jejaring luas serta dapat bersinergi dengan daerah lain di sekitarnya. Untuk itu, Johan cenderung mengedepankan isu-isu krusial untuk kemajuan Kota Mataram.

“Selanjutnya baru kita berbicara figur yang dapat merealisasikan isu-isu utama tersebut. Artinya harus pemimpin visioner dan tidak hanya melanjutkan tradisi saja,” jelas Johan

Ketua Komisi III DPRD NTB ini mengaku, jika Kota Mataram punya potensi luar biasa, di antaranya ada eks Bandara Selaparang yang seyogyanya dapat dimaksimalkan termasuk potensi pariwisata serta lainnya. Apalagi dapat mengelola Mataram sebagai Kota Metro.

Dalam konteks itu dibutuhkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Mataram dengan daerah lainnya sehingga bisa mewujudkan Kota Metro. Selain itu juga diperlukan transportasi yang menghubungkan daerah satu dengan lainnya, termasuk infrastruktur yang memadai sehingga Kota Mataram lebih hidup lagi. “Masih ada waktu untuk melakukan perubahan, kita lihat saja perkembangannya,” tandas Johan Rosihan.

PKS merupakan partai politik yang mengusung pasangan Wali Kota Mataram dan wakilnya H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana pada Pilkada 2015. Saat itu, paket Aman jilid 2 melawan Salman-Jana Hamdiana calon yang diusung Partai Golkar. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Johan Siap Suarakan Industrialiasasi Perikanan dan Kelautan NTB di DPR RI

MATARAM, DS – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengaku bersyukur ditempatkan partainya, PKS, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: