Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Politik / Pilpres 2019, Dua Kubu Optimis Menang di NTB
Ir. Made Slamet

Pilpres 2019, Dua Kubu Optimis Menang di NTB

MATARAM, DS – Jelang pelaksanaan Pilpres 2019, suhu politik di provinsi NTB tak jauh beda dengan kontestasi di pusat baik dari kubu Jokowi maupun Prabowo.

Khususnya Pilpres 2019, masing-masing kubu partai pengusung dan pendukung Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno di NTB optimistis bisa menangkan suara pemilih di provinsi berjuluk Bumi Gora tersebut.

Sekretaris TKD Jokowi-Ma’ruf Amin NTB, Ir. Made Slamet mengaku semakin optimis pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01,  Jokowi-Maruf Amin bisa memenangkan suara masyarakat di NTB pada Pemilu 2019.

Pasalnya, sejumlah kekuatan ormas islam di NTB, yakni Nahdatul Wathan (NW) dan Nahdatul Ulama (NU) telah menyatakan sikap mereka untuk memenangkan paslon Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres kali ini.

“Yang menarik, dua NW, yakni NW Pancor dibawah komando TGH. Muhamad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) serta NW Anjani dibawah Ummi Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Majid dan TGKH Zainuddin Atsni telah bersatu dan sama-sama telah menginstruksikan jajaran dan arbiturennya masing-masing untuk memenangkan Jokowi –Ma’ruf pada Pemilu 2019,” ujar Made menjawab wartawan, Rabu (20/3).

Diketahui pada Pemilu sebelumnya di Tahun 2014, kubu koalisi pendukung calon Presiden Prabowo berhasil menangkan suara di NTB. Namun, kemenangan kubu Calon Presiden Prabowo pada Pemilu Tahun 2014 di NTB tentu tak lepas dari dukungan kefiguran mantan Gubernur NTB TGB yang saat itu menjabat selaku ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta serta parpol lainnya. Diantaranya, Partai Golkar dan PPP yang kini bergabung pada poros Jokowi-Maruf pada pemilu 2019.

“Kalau dulu kita kalah sangat wajar, karena PDIP hanya bekerja sendiri,” kata Made.

Wakil Ketua DPD PDIP NTB itu menilai, pada Pemilu 2019, dengan beralihnya suara Pemilih Partai Golkar dan juga Pemilih Partai PPP ke kubu Calon Presiden Jokowi-Ma’ruf, Paslon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01, serta ditopang kefiguran TGB, bersama para ulama NU dan makin banyaknya relawan yang bergabung pada paslon Jokowi-Ma’ruf. Ia menyakini, pihaknya bisa memenangkan suara di Kalsel.

“Tekad kami, raihan 27 persen pada pemilu 2014 lalu, akan kita balikkan menjadi 72 persen. Upaya penggalangan dengan menyisir semua wilayah terus kita lakukan. Apalagi, Pak Jokowi telah terbukti membangun NTB selama ini. Diantaranya, pembangunan KEK Mandalika dan sejumlah proyek infrastruktur yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTB. Diantaranya, bendungan, jalan dan kelistrikan,” jelas Made Slamet.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat menyatakan, dari 10 kabupaten/kota di NTB, justru terdapat tiga wilayah. Yakni, Kota Bima, Dompu dan Kabupaten Bima yang dirasa sulit pihaknya bisa unggul melawan paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno. “Dari mapping kami, tiga wilayah ini sulit kita bisa unggul. Jadi, kami enggak bisa terlalu memaksakan kehendak dan pilihan masyarakatnya. Tapi, kalau di Pulau Lombok, Insya Allah kita yakin dapat menyapu semua wilayah untuk bisa kita menangkan,” ujarnya.

Rahmat mengaku, dengan jargon Jengah Sasak, ia menyakini kekuatan potensial tokoh-tokoh masyarakat di wilayah Pulau Lombok akan bersatu padu memenangkan paslon Jokowi-Ma’ruf. “Bagi saya, saatnya orang Sasak bangun dari tidurnya untuk bersatu memenangkan paslon Jokowi-Ma’ruf. Jika kemenangan itu bisa kita wujudkan, maka niat menjadikan tokoh Sasak sebagai Menteri akan bisa terwujud kedepannya,” tandasnya.

Ulangi Kemenangan Pilpres 2014

Terpisah, Ketua Dewan pengarah Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi NTB, H. Ridwan Hidayat, mengaku optimis sejarah kemenangan Prabowo di NTB bisa tetap berlanjut pada Pilpres 2019.

Menurut Ketua DPD Gerindra NTB itu, dari pantauannya, saat ini,  antusiasme para Relawan di lapangan dinilainya sangat tinggi. Bahkan, cenderung ada peningkatan yang signifikan peningkatan.

BPD Prabowo-Sandi di NTB optimis selisih kemenangan suara untuk Prabowo-Sandi di Kalsel akan semakin besar pada Pemilu 2019. “Kita bisa lihat, bisa nilai sendiri, apalagi dengan antusiasnya Relawan Prabowo-Sandi jelang Pemilu 2019 ini begitu besar di NTB. Fakta adanya gagasan dan solusi bagi rakyat yang ditawarkan oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi dalam sejumlah debat-debat yang ada membuat kami kian optimis kemenangan Prabowo-Sandi semakin besar di NTB,” ujar Ridwan menjawab wartawan melalui telpon selulernya, Rabu (20/3) kemarin.

Ia menyatakan, faktor adanya percepatan dan kecepatan informasi secara terbuka melalui berbagai media baik cetak, elektronik dan sosial media (sosmed) saat ini yang mengungkap informasi apa adanya sangat berdampak  pada kecendrungan pemilih makin cerdas.

Sehingga, pilihan untuk mencari pemimpin yang layak dan pantas untuk memimpin bangsa Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dengan kefiguran yang tegas, memiliki integritas, serta punya rasa nasionalisme tinggi, jelas sangat diharapkan pada duet Prabowo-Sandi.

“Yang utama, solusi terhadap masalah bangsa. Diantaranya, ekonomi, politik, kemiskinan, pendidikan dan tenaga kerja. Yakni, cukup dengan hanya satu KTP saja dan tidak perlu banyak kartu-kartu sangat diminati oleh masyarakat di NTB,” jelas Ridwan.

“Titik point yang menjadi gagasan segar dan produktif kenapa poling Pak Praboso-Sandi melejit saat ini, karena tidak lain keduanya menawarkan kenaikan gaji secara berkala pada ASN, tentara, polisi, hakim dan jaksa. Kebijakan Prabowo-Sandi ini mengadopsi era pemerintahan Presiden SBY. Sementara, pada rezim Pak Jokowi sangat jarang kebijakan kenaikan gaji itu dilakukan,” sambungnya.

Terkait koalisi Prabowo-Sandi di NTB. Ridwan menuturkan, saat ini, seluruh parpol yang tergabung dalam koalisi Adil dan Makmur, yakni Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat sudah terlihat kompak sejak awal. Hal itu, lantaran sejak awal empat pimpinan parpol telah sering ketemu membahas berbagai strategi secara bersama.

Apalagi, empat parpol ini sudah matang dalam percaturan perpolitikan di NTB selama ini. “Kalau untuk kerjasama dan komunikasi, sementara ini,  kita saling melengkapi. Alhamdulillah koalisi kita sudah matang dalam berpolitik. Sehingga, dalam kerjsama dan pembagian peran masing-masing sama sekali tidak ada hambatannya. Termasuk, dengan para relawannnya,” ungka Ridwan.

Terkait peta sebaran suara Pilpres di NTB. Ia menambahkan, kemenangan suara Prabowo-Sandi diprediksi bakal merata di semua wilayah NTB. Apalagi, semua parpol dalam koalisi telah bertekad untuk selalu memberi contoh cara yang berpolitik yang baik, santun, humanis guna memberi pencerahan pada masyarakat, serta menghindari politik memecah belah.

“Yang pasti koalisi kami beserta calon presiden dan wakil presiden yang kita usung adalah kumpulan kaum nasionalisme sejati, punya wawasan kebangsaan yang kelas serta memiliki kepekaan yang tinggi terhadap ketahanan bangsa. Khususnya, di Partai Gerindra sejak awal kita didik jadi kader adalah harus royal pada bangsa serta punya jiwa patriotik pada keutuhan bangsa dan negara,” tandas Ridwan Hidayat. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Johan Siap Suarakan Industrialiasasi Perikanan dan Kelautan NTB di DPR RI

MATARAM, DS – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengaku bersyukur ditempatkan partainya, PKS, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: