Rabu , 11 Desember 2019
Home / Politik / Perdalam Kemampuan, Rohman : Remaja Mataram Butuh Bengkel Kreatif
Rohman Farly

Perdalam Kemampuan, Rohman : Remaja Mataram Butuh Bengkel Kreatif

MATARAM, DS – Tokoh asal Kota Mataram Rohman Farly mengakui, kemajuan ibu kota Provinsi NTB sangat pesat. Hanya saja, kemajuan di Kota Mataram itu seharusnya juga dinikmati oleh semua kalangan terutama generasi muda.

“Saya berbincang dengan beberapa remaja, ruang khusus untuk mereka berkreasi belum maksimal di kota,” ujarnya menjawab wartawan, Rabu (7/8).

Sekda Lombok Timur itu tak membantah Pemkot Mataram sudah memberikan perhatian, tetapi masih terbatas. Di antaranya, pemenuhan fasilitas olahraga seperti arena basket, skateboard, ataupun lapangan sepak bola. “Itu saja tak cukup. Perlu sentuhan lain juga karena kesukaan anak muda di kota itu beragam,” ucapnya.

Rohman memberi contoh di kota perlu dibangun semacam bengkel kreatif dan ruang untuk belajar dan memperdalam kemampuan. Misalnya, di bidang multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing.”Pokoknya bidang yang sedang digandrungi dan menjadi hobi anak muda,” kata dia.

Rohman menambahkan, anak muda di kota besar yang memiliki passion di bidang multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing serius memperdalam ilmu karena menemukan banyak partner dan mitra.
Selain itu, fasilitas juga sangat mendukung. Hal itu membuat mereka bisa ahli desain kenamaan, pembuat konten video andal, perancang aplikasi digital, hingga influencer kenamaan di media sosial.

“Kalau anak muda di Kota Mataram, pasti memandangnya baru sebatas hobi. Kreasi mereka belum bisa dikembangkan,” jelasnya.Bagi Rohman, tidak ada salahnya ruang kreasi anak muda mulai dipikirkan. Kota Mataram memiliki enam kecamatan dan 50 kelurahan. Menurut dia, semua bisa dimulai dengan membangun bengkel kreatif di tiap kecamatan yang dikelola seperti rumah bersama bagi anak muda.

“Kita gali kesukaan anak di masing-masing kecamatan. Setelah pemetaan baru kemudian bengkel kreatif ini menjadi lokasi belajar sesuai dengan karakter anak muda tiap kecamatan,” bebernya.

Rohman menyatakan, membangun konsep ini tentu tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya manusia (SDM) dari dalam daerah. Perlu juga kontribusi dari para pakar yang sudah mumpuni di kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, ataupun Bandung. “Saya kenal beberapa di antara dari mereka. Mereka sangat siap ketika kami ajak bertukar pikiran di daerah,” tegasnya.

Perhatiannya yang besar kepada kalangan muda, tambah Farly, didasari dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Kondisi saat ini, anak muda harus dilibatkan dalam urusan teknologi dan pembangunan. Bagi kalangan tua, agak susah ketika harus memperdalam bidang teknologi yang kian maju.

“Contoh saja, kita orang tua cari uang masih jadi pegawai atau karyawan terikat. Anak muda, sekarang jadi Youtuber atau ahli desain sudah kaya mereka. Kita mau mengejar itu? Menggunakan WhatsApp (WA) saja masih suka bingung,” sambungnya lantas tertawa.

Farly yakin, dari Kota Mataram akan lahir anak muda kreatif dan inovatif yang akan membangun daerah. Kuncinya ada pada keberpihakan pemerintah kepada generasi muda, mengarahkan, serta memberi ruang yang tepat.Anak muda lebih paham kebutuhan sesamanya dibanding kita yang tua. Jadi, jangan lagi (anak muda) disepelekan,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Rachmat : Pancasila dan Ajaran Agama Islam Miliki Kesamaan

LOTENG, DS – Anggota MPR RI H. Rachmat Hidayat mengatakan, Pancasila dan agama memiliki kesamaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: