Kamis , 21 November 2019
Home / Politik / Musrenbang Khusus Perempuan, Anak, Lansia, dan Disabilitas Lahirkan Berbagai Program dan Anggota BPD Perempuan
Musrenbang Khusus Perempuan di Lombok Timur

Musrenbang Khusus Perempuan, Anak, Lansia, dan Disabilitas Lahirkan Berbagai Program dan Anggota BPD Perempuan

SELONG,DS-Musrenbang Perempuan yang dipelopori oleh Kabupaten Lombok Timur sejak tahun 2016 ternyata belum familier bagi masyarakat di pedesaan. Bahkan istilah Musrenbang perempuan, anak, lansia dan disabilitas  tidak pernah terdengar.  Musrenbang perempuan khususnya hanyalah milik kaum elite perempuan di Lombok Timur dan berpusat di kabupaten.

Pernyataan ini terlontar oleh peserta saat diskusi berlangsung di beberapa desa yang telah menggelar Musrenbangdes khusus. Perempuan dan anak memang selalu dihadirkan dalam setiap Musrenbangdes, namun ketika kelompok-kelompok ini digabung dengan kelompok-kelompok elite laki-laki di tingkat desa  aspirasi mereka tidak pernah terakomodir dalam RKP Desa. Bahkan kelompok-kelompok ini tidak memiliki keberanian untuk berbicara.

“Kami kaum perempuan baru merasa pikiran-pikiran kami dihargai setelah  LPA dan Kompak memperkenalkan Musrenbangdes Khusus di desa kami, “ ungkap Ibu Sri Nurmala  S, peserta Musrenbangdes Khusus Perempuan Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel.

Pada umumnya Musrenbangdes Khusus yang telah digelar di beberapa desa merupakan ruang yang selama ini diimpikan sehingga kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini terbukti dengan lahirnya berbagai rumusan masalah serta program usulan yang disampaikan guna menjawab berbagai permasalahan tersebut pada pemerintah desa melalui kebijakan anggaran yang dituangkan dalam RKP Desa.

Tidak kalah menariknya, Musrenbangdes Khusus Lansia yang digelar oleh Desa Toya Kecamatan Aikmel ternyata semakin menambah keyakinan pemerintah desa. “Selama ini kami agak susah menentukan kebutuhan perioritas kelompok-kelompok lansia,”  kata  Hanah. SPd, Kepala Desa Toya seraya menambahkan Musrenangdes Khusus Lansia yang digagas oleh LPA dan KOMPAK cukup membantunya  dalam menentukan skala prioritas bagi lansia di desanya.

Hal yang cukup menarik dari Musrenbangdes Khusus Lansia di Desa Toya adalah nenek-nenek dan kakek yang berusia 80 tahun hingga 100 tahun masih peduli dengan kebersihan lingkungan. Dengan bahasa yang sangat lugu, kelompok renta ini mengusulkan agar praktik-praktik membuang sampah di sembarang tempat distop dan agar dibuatkan tempat pembuangan sampah yang permanen dan jauh dari pemukiman.

Menyempurnakan pelaksanaan Musrenbangdes khusus di Lombok Timur, Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya yang menggelar Musrenbangdes Khusus Perempuan pada hari Selasa (17/9/ 2019) berhasil merumuskan berbagai permasalahan serta usulan kegiatan baik jangka menengah maupun skala erioritas serta berhasil memilih anggota BPD Perwakilan Perempuan Desa Pringgabaya periode 2019 – 2024.

“Peristiwa ini adalah pertama kali dalam sejarah Desa Pringgabaya memiliki anggota BPD dari unsur perempuan,” ungkap Siti Masitoh.SPd, salah seorang peserta Musrenbangdes utusan Dusun Pekosong.

Apa yang terjadi di Desa Pringgabaya cukup mengilhami desa-desa lainnya. Hanya saja desa-desa lain masa jabatan BPD nya masih lama serhingga pada saat pemilihan anggota BPD baru, desa-desa tersebut akan memroses melalui Musdes Khusus Perempuan guna mendapatkan anggota BPD perwakilan perempuan.

Pemilihan anggota BPD perwakilan perempuan Desa Pringgabaya periode 2019-2024 berawal dari koordinasi yang intens antara Tim LI Lotim dengan Pemeeintah Desa Pringgabaya sebelum Musrenangdes khusus dilaksanakan. Mengingat masa Bhakti pengurus BPD Desa Pringgabaya saat ini akan berahir pada bulan Oktober 2019,  setelah melalui diskusi yang alot bersama kepala desa, kepala wilayah/kadus dan tokoh-tokoh perempuan yang ada di Desa Pringgabaya, maka disepakati satu orang anggota BPD dari unsur perempuan akan dipilih melalui mekanisme Musrenbangdes Khusus Perempuan. Dengan dasar kesepakatan itulah sehingga Tim LI Lotim, Pemdes Pringgabaya dan Panitia Pemilihan BPD Desa pringgabaya menggelar Musrenbangdes Khusus Perempuan dan dilanjutkan dengan pemilihan anggota BPD. Dalam pemilihan tersebut terpilihlah   Kusuma Dewi. S.Ds yang berasal dari Dusun Otak Desa, Desa Pringgabaya.

Musrenbangdes Khusus Perempuan, Anak, Lansia dan Disabilitas yang digelar di Lombok Timur hingga tanggal 18 September 2019 telah tuntas di 9 desa.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Lesa Demarkasi Sebut Lucu DPRD Bentuk Pansus Perubahan Nama Bandara

MATARAM, DS – Langkah DPRD NTB yang bakal membentuk panitia khusus (Pansus) menyikapi sengkarut perubahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: