Senin , 19 Agustus 2019
Home / Politik / Misbach Nyatakan Siap,Gubernur Tak akan Intervensi Dukung Satu Calon Golkar jadi Ketua DPRD NTB
Inilah empat kader terbaik Partai Golkar NTB yang kini digadang-gadang bakal bersaing merebut kursi Ketua DPRD NTB

Misbach Nyatakan Siap,Gubernur Tak akan Intervensi Dukung Satu Calon Golkar jadi Ketua DPRD NTB

MATARAM, DS – Gubernur Zulkieflimansyah menyatakan, kursi kursi Ketua DPRD NTB hampir mutlak menjadi milik Partai Golongan Karya (Golkar). Pasalnya merujuk hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 yang dilakukan di tingkat provinsi yang berakhir pada Senin (13/5), perolehan suara sepuluh kursi atau tertinggi di antara partai lain. Ada empat nama yang santer bakal mengisi kursi pimpinan dewan dari Golkar.

Mereka diantaranya, Hj. Baiq Isvie Rupaedah, H. Misbach Mulyadi, H. Ahmad Fuaddi dan H. Umar Said. Keempatnya, digadang-gadang berpotensi mewakili Golkarsebagai unsur pimpinan dewan.

Gubernur Zulkieflimansyah mengaku mengenal baik keempat figur kader Golkar yang dinominasikan partainya sebagai calon ketua DPRD NTB tersebut. Oleh karena itu, pihaknya memilih menunggu proses internal yang dilakukan Partai Golkar terkait siapa yang diajukan sebagai Ketua DPRD itu.

“Dengan Ibu Isvie saya kenal baik, kan beliau Ketua DPRD NTB sekarang ini. Begitupuan dengan pak Misbah juga saya kenal cukup lama. Nah, kalaupun pak Misbach datang menemui saya, itu lebih pada perkawanan dan tidak ada sekalipun membicarakan soal dukungan menjadi Ketua DPRD NTB,” ujar Gubernur menjawab wartawan, Rabu (15/4).

Zul mengakui setiap partai punya mekanisme sendiri-sendiri dalam menentukan siapa figur kadernya yang bakal menjabat ketua DPRD tersebut. “Pokoknya, kita serahkan ke makanisme Partai Golkar menggodoknya. Siapapun yang diajukan menjadi Ketua DPRD, kami siap bekerjasama,” tandas Gubernur.

Terpisah, Ketua Harian DPD Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi, mengaku siap jika nantinya mekanisme partai menunjuk dirinya sebagai Ketua DPRD NTB. “Harus pede dong,” ujarnya dikonfirmasi.

Jika partai akhirnya menunjuk dirinya, tidak ada alasan menolak. Itu amanat yang harus diterima dan dijalankan sebaik-baiknya. Ia yakin pengalamannya selama menjadi ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) H Joko Widodo dan KH Makruf Amin modal terbaik. “Selama jadi ketua TKD itu kan memimpin partai-partai koalisi, itu pengalaman berharga bagi saya,” ucap Misbach.

Ia juga yakin keaktifannya membangun sektor pariwisata selama ini akan jadi warna tersendiri dalam memimpin. Terutama mengarahkan agar NTB yang selama ini menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung, dapat lebih kuat lagi dampaknya bagi masyarakat NTB. “Tapi itu semua kembali pada mekanisme partai, partai punya cara sendiri untuk menentukan siapa yang jadi ketua DPRD NTB,” tandasnya.

Dukungan bagi Misbach sebagai Ketua DPRD NTB salah satunya datang dari Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga DPD Partai Golkar NTB Hasan Masat. Misbach yang juga Ketua Harian DPD Golkar NTB dianggap berpengalaman dalam politik. figur santun serta memiliki trade record politik yang baik.“Figur santun dan punya jejaring kuat dalam politik,” kata Hasan.

Ia yakin Misbah akan dapat dukungan luas. Dari partai politik di NTB, maupun dari DPP Partai Golkar. Hanya saja ia tetap mengingatkan mekanisme partai Golkar akan menentukan siapa yang jadi calon Ketua DPRD NTB, melalui rapat harian dan pleno.“Kita tunggu keputusan partai,” tandasnya

Sedangkan, Baiq Isvie Rupaedah adalah caleg petahan DPRD NTB asal Dapil Lotim Utara yang kini masih aktif sebagai ketua DPRD Jepara periode 2014-2019. Sedangkan di struktural partai, Isvie berkedudukan sebagai Sekretaris DPD Golkar NTB.

Selanjutnya, Misbah Mulyadi, caleg Partai Golkar yang lolos ke DPRD NTB melalui Dapil Kota Mataram. Saat ini, Misbah adalah Ketua Harian DPD Golkar yang juga menjabat Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf NTB.

Berikutnya, H. Umar Said, caleg petahana Golkar dapil Lobar-KLU. Umar sempat menjabat Ketua DPRD NTB sebelum digantikan oleh Isvie Rupaedah. Namun dari tiga figur itu, jika merujuk dari sisi perolehan suara perorangan, maka sosok Fuaddi yang naik kelas dari DPRD Loteng ke provinsi , justru memiliki suara paling tinggi. Selain itu, Fuaddi yang kini menjabat Ketua DPRD Lombok Tengah adalah saudara kandung Ketua DPD Golkar HM. Suhaili FT.

Penentuan siapa yang mengisi kursi pimpinan dewan ini menjadi kewenangan pusat. Jika pertimbangan pengalaman dan jabatan struktural partai, Isvie dan Misbach serta Umar berpeluang besar. Namun jika pengurus Golkar pusat mempertimbangkan suara tertinggi, maka Ahmad Fuaddi yang bakal mengisi kursi pimpinan.

Saat dimintai peluangnya itu, Isvie tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyampaikan rasa syukurnya atas raihan suara Partai Golkar yang merujuk rakapitulasi tingkat provinsi NTB menjadi partai pemenang di NTB. Sedangkan terkait siapa yang diberi amanah menjadi pimpinan dewan dari Golkar, ia menyerahkannya kepada pengurus pusat.

“Yang terpenting itu perolehan kursi partai kita amankan. Untuk pimpinan dewan ikuti saja alur dan prosedur mulai dari cabang, wilayah, sampai pusat. Kalau saya menyerahkan saja pada partai untuk menentukan siapa yang berhak dan layak,” ujar Isvie Rupaedah menjawab wartawan.

Seperti diketahui, dari delapan Dapil yang ada di NTB, Golkar berhasil menguasai seluruh dapil yang ada tersebut dengan suara signifikan. Meski mengalami penurunan kursi dari 11 kursi pada pemilu 2014 menjadi hanya 10 di pemilu kali ini, Isvie mengaku tetap bangga dan bersyukur.

“Syukur Alhamdulillah, Golkar pada Pemilu 2019 mampu meraih 10 kursi di DPRD NTB,” ucap Isvie.

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan di tingkat provinsi, maka Partai Gerindra berada pada peringkat kedua dengan raihan sembilan kursi. Raihan kursi Gerindra dinilai naik satu kursi bila dibanding pemilu lalu, selanjutnya, Partai Demokrat, meraih 7 kursi dari awalnya 8 kursi. Berikutnya, PKS dan PPP yang sama-meraih 7 kursi dari awalnya hanya 6 kursi.

Selanjutnya, PKB dari 5 kursi meningkat menjadi 6 kursi. Disusul, PAN, dari 5 kursi tetap 5 kursi, Partai Nasdem, dari 3 kursi menjadi 5 kursi. Berikutnya, PDI-P dari 5 kursi menjadi 4 kursi, Partai Hanura, dari 5 kursi menjadi 1 kursi, PBB, dari 3 kursi menjadi 2 kursi, Partai Berkarya meraih 2 kursi.

Sementara PSI, Garuda, Perindo dan PKPI tak mampu meraih kursi di DPRD NTB. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan Golkar untuk mengemban amanah ini. Terima kasih juga kepada seluruh keluarga besar kader maupun pengurus Golkar mulai dari tingkat bawah sampai atas,” tandas Isvie Rupaedah. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Zul Dorong Pengerajin Lokal Tampilkan Beda dan Tambah Inovasi Disain Produk

MATARAM, DS – Sulitnya produk lokal bersaing dengan pasar luar negeri yang murah membuat para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: