Selasa , 31 Maret 2020
Home / Politik / Miliki 40 Staf Khusus, DPRD NTB Kritik Gubernur
H.Munzihir

Miliki 40 Staf Khusus, DPRD NTB Kritik Gubernur

MATARAM, DS – Wakil Ketua Komisi III DPRD NTB, H. Muzihir, mengkritik kinerja dan keberadaan staf khusus (stafsus) yang diangkat oleh Gubernur Zulkieflimansyah. Menurut dia, keberadaan staf khusus Gubernur itu merupakan tindakan pemborosan anggaran dan sangat tidak efektif mengingat sejak diangkat hingga sekarang staf khusus tidak memiliki kontribusi.

“Saya pikir keberadaan (staf khusus) ini memang tidak efektif. Jadi, ngapain pak Gubernur memaksa memberikan mereka SK di beberapa OPD Pemprov NTB,” ujar Muzihir menjawab wartawan, Selasa (20/8).

Politisi PPP itu mengaku mendengar nama-nama sebagian stafsus yang selama ini dipilih dan diangkat oleh Gubernur dari beberapa kepala OPD lingkup Pemprov NTB. Muzihir menyatakan pengangkatannya terkesan hanya untuk memenuhi kuota dan berdasarkan kedekatan.

Kata dia, hingga kini belum ada kejelasan yang komperehensif terkait kriteria khusus yang menjadi dasar pengangkatan sejumlah staf khusus. “Memang untuk mengangkat itu menjadi hak Gubernur. Tapi, jangan sampai mengangkat orang yang hanya makan gaji buta dan tak jelas harus bagaimana dan ngapain kerjanya,” tegas Muzihir.

Kritik mengenai keberadaan staff khusus ini bukan hanya dari dirinya sendiri namun juga menjadi pertanyaan dari rekan-rekan anggota DPRD lainnya serta para aktifis di Wilayah NTB. Hal itu disebabkan tidak tampak kontribusi serta fungsi dan tugas dari staf khusus ini. Terlebih jika mereka berfungsi sebagai tenaga professional.Sejatinya Pemprov NTB memiliki staf ahli yang berstatus ASN Pejabat Eselon II.

“Selain jadi pembisik dan mata-mata pak Gubernur, tugas dan fungsi staf khusus ini juga tidak jelas sampai saat ini,” ucap Muzihir.

Sekretaris DPW PPP NTB itu berharap Gubernur Zulkieflimansyah mengevaluasi lagi keberadaan staf khusus. Meski demikian, jika memang mau mengangkat, lantaran fungsinya sangat dibutuhkan, seyogyanya pertimbangan figur yang diangkat harus dari tenaga profesional dan memiliki kontribusi yang jelas.

“Jangan hanya asal diangkat begitu saja, mentang-mentang mereka berjasa dan berkeringat saat Pilgub lalu. Tapi tupoksinya mereka tidak tahu. Sehingga, daripada anggaran dialokasikan untuk staff khusus, lebih baik untuk hal-hal yang lebih produktif. Memang, secara nominal pendapatan (staff khusus) ini per orang tidak terlalu besar, tapi kalau dikalkulasikan selama setahun kan lumayan juga,” tandas Muzihir.

Diketahui, pada masa kepemimpinan Gubernur Zulkieflimansyah, terdapat sebanyak kurang lebih 40 orang staf khusus yang diangkat dan disebar di sejumlah OPD di lingkup Pemprov NTB. Mereka ditempatkan di sejumlah OPD, dinas dan badan di bawah lingkup Pemprov NTB. Bahkan, gaji mereka di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB yang hanya berkisar Rp 2 juta. Mereka dibayar melalui APBD.

“Gaji Tenaga Ahli ini jauh lebih besar dari UMP, mereka bisa menerima antara Rp 3 sampai Rp 6 juta per bulannya,” ucap aktifis Pemuda NW NTB M. Fihiruddin beberapa hari lalu.

Ia bersama para aktifis lainnya mengkritik pengangkatan staf ahli yang dikenal staf khusus Gubernur tersebut lantaran ada diantara mereka yang disinyalir double job. Artinya ada satu oknum yang menjabat dua sampai tiga tenaga ahli di dua atau tiga OPD.

Fihir merincikan, beberapa OPD yang diduga merekrut tenaga ahli ini antara lain Dinas Lungkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Badan Kesbangpol NTB, Dinas Pariwisata NTB, Bappeda NTB, Dinas Perindustrian NTB, BPBD NTB, dan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB.

Oleh karena itu, ia mengakui, keberadaan tenaga ahli ini tidak akan menjadi masalah jika tenaga dan keahlian mereka memang benar-benar dibutuhkan untuk pembangunan daerah NTB ini. Namun, sejauh ini proses rekrutmen di OPD terkait sangat tertutup dan tidak transparan. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Beredar Hoaks Virus Corona di NTB

MATARAM, DS – Pemprov NTB mendeteksi ada tiga jenis hoaks tentang virus Corona yang terjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: