Rabu , 11 Desember 2019
Home / Politik / M-16 Prediksi Petahana akan Tumbang di Pilkada 2020
Bambang Mei Finarwanto

M-16 Prediksi Petahana akan Tumbang di Pilkada 2020

MATARAM, DS – Kelompok kajian sosial dan politik M-16 memprediksi sebagian besar petahana di tujuh kabupaten/kota yang menggelar Pilkada Serentak tahun 2020 di NTB bakal tumbang. Sebagian lagi tidak bisa maju karena sudah dua kali menjabat yakni Wali Kota Mataram, Bupati Lombok Tengah dan Bupati Dompu.

Sementara itu petahana Bupati dan Wakil Bupati di KSB masih terlalu kuat dan digdaya untuk dikalahkan dalam pilkada 2020. Hal itu, lantaran kepemimpinannya yang merakyat dan dicintai mayoritas masyarakat KSB.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto mengatakan fenomena akan bertumbangannya petahana di Pilkada 2020 tanda-tandanya sudah mulai nampak dari berbagai opini ataupun permasalahan yang muncul diruang publik saat ini.

“Ini sinyelemen awal atau warning bahwa kepemimpinan para petahana diberbagai kabupaten/kota di NTB yang muncul berbagai permasalahan tidak lagi kokoh atau mulai rapuh secara politik,” ujar Bambang menjawab wartawan, Senin (11/11).

Menurut dia, tanda lain yakni makin banyaknya bermunculan calon -calon penantang petahana yang memiliki kapasitas dan performance yang baik untuk memimpin. Kata Bambang, munculnya figur-figur baru ini harus dimaknai sebagai antitesa terhadap kepemimpinan petahana.

“Di kota Mataram misalnya gelora perubahan yang berembus makin menguat menginginkan kepemimpinan yang baru di Pilkada 2020,” tegas Bambang.

Oleh karena itu, kata dia, jika gelaran pilkada Kota Mataram akan menjadi ajang pertarungan prestise dan gengsi politik antara petahana melawan rivalnya yang rata-rata pendatang baru.

“Pilkada kota Mataram 2020 akan berlangsung sengit dan ketat karena figur penantang petahana tidak bisa dipandang remeh. Apalagi gaung perubahan mulai menggema dimana-mana,” tegas Bambang.

Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB ini menuturkan, kehendak perubahan yang digelorakan masyarakat diberbagai wilayah di NTB haruslah diterjemahkan sebagai keinginan rakyat ada perbaikan disemua sektor kehidupan.

“Ini faktor alamiah saja , rakyat ingin melihat pemimpin baru yang lebih baik dari era sebelumnya,” ungkap Bambang.

MESIN PARTAI
Sementara itu, dari perspektif partai politik, pilkada serentak 2020 merupakan ajang pembuktian marwah dan legitimasi kekuatan mesin politik partai dalam mengagregasi dukungan pemilih. Partai Politik dalam Pilkada serentak 2020 akan lebih banyak menampilkan figur dari kadernya sebagai bagian kaderisasi kepemimpinan. Ini penting bagian dari penjejangan karier politik di masing-masing parpol.

“Kalaupun nanti yang diusung bukan kadernya, tentu ada pertimbangan lain taktis dan strategis untuk memenangkannya,” tegas Bambang.

“Berkaca pada pileg 2019, maka kecendrungan konstruksi dan koalisi politik yang terjadi dalam Pilkada 2020 , koalisi Parpol peraih suara terbanyak diprediksi akan memenangkan semua Pilkada serentak 2020,” tandas Bambang. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Sosialiasasi 4 Pilar di Loteng Rachmat : Gotong-Royong sebagai Nafas Pancasila Harus Diimplikasikan

LOTENG, DS – Anggota MPR RI, H. Rachmat Hidayat, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: