Senin , 19 Agustus 2019
Home / Politik / KPU Ajak Masyarakat Pantau Situng
Ketua KPU NTB Suhardi Soud tengah mengecek proses tabulasi Pemilu 2019 melalui aplikasi Situng milik KPU RI

KPU Ajak Masyarakat Pantau Situng

MATARAM, DS- Masyarakat NTB telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 pada Rabu (17/4) lalu. Sekarang, tinggal menunggu hasil pemungutan suaranya. Proses perhitungan ini sendiri dapat dipantau melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) melalui pemilu 2019.kpu.go.id.

“KPU merilis situng, (realcount) yang KPU buat untuk memastikan suara per TPS. Situng dikerjakan teman-teman KPUD di 10 kabupaten/kota di NTB yang diambil dari seluruh data di setiap TPS,” ujar Ketua KPU NTB Suhardi Soud menjawab wartawan, Kamis (18/4).

Ia mengaku, hingga Kamis (18/4) pukul 14.11 WITA, baru terdapat sekitar 43 TPS atau 0,2 persen yang masuk dalam situng KPUD NTB dari total sebanyak 15.989 TPS yang ada di NTB. Berdasarkan data yang masuk, pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga, masih unggul atas pasangan nomor urut 01, Jokowi-Amin.

“Perolehan suara untuk (paslon) 01 sebesar 2.791 (suara), dan nomor 02 sebesar 4.845, tapi ini masih sangat awal karena baru 43 TPS,” ucap Suhardi.

Suhardi memastikan proses penghitungan akan terus berjalan mengingat terdapat 3.667.253 DPT pada pemilu 2019 di NTB. Suhardi menyebutkan waktu terakhir bagi petugas TPS dalam menyelesaikan pemungutan, penghitungan, dan penyalinan suara paling lambat pukul 12.00 WITA.

“Mungkin nanti malam dan besok (Jumat) kita bisa lihat progres lebih cepat dalam situng hasil dari setiap TPS,” ucap Suhardi.

Situng akan menampilkan suara hasil pemilu 2019 berdasarkan pemindaian formulir C1 dari semua TPS. Formulir C1 adalah sertifikat hasil penghitungan suara pemilu di TPS.

Data C1 yang akan dipublikasi di Situng diambil dari salinan formulir itu. Salinan ditaruh di luar kotak suara sehingga bisa diperiksa dan dipindai penyelenggara pemilu.

Akan tetapi, pemindaian C1 itu bukan merupakan hasil resmi pemungutan suara. Pramono menekankan, KPU RI tetap melakukan rekapitulasi resmi pemungutan suara dengan cara manual.

“Masih berbasis rekapitulasi atas dokumen formulir yang dilakukan secara berjenjang. Sementara sistem IT untuk perhitungan IT itu hanya alat bantu untuk mempublikasikannya saja,” tandas Suhardi Soud. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Zul Dorong Pengerajin Lokal Tampilkan Beda dan Tambah Inovasi Disain Produk

MATARAM, DS – Sulitnya produk lokal bersaing dengan pasar luar negeri yang murah membuat para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: