Minggu , 22 September 2019
Home / Politik / Asal Tidak Pribadi, Politisi Gerindra Sebut Kritik Masih Masuk Katagori Wajar
Gubernur Zulkieflimansyah dan Mori Hanafi M.Comm

Asal Tidak Pribadi, Politisi Gerindra Sebut Kritik Masih Masuk Katagori Wajar

MATARAM, DS – Kritik sejumlah pihak terkait kinerja dan program unggulan Gubernur Zulkieflimansyah dinilai masih dalam batas kewajaran. Anggota DPRD NTB Fraksi Gerindra, Mori Hanafi M.Com mengatakan, tidak ada hal yang bersifat krusial dalam sejumlah kritikan yang dilontarkan tersebut. Oleh karena itu, kegaduhan yang dilontarkan Gubernur NTB pada akun resmi facebook miliknya perlu juga dipertanyakan motifnya.

Mori mencontohkan, kritik masyarakat pada di bidang pendidikan menyangkut pengiriman mahasiswa NTB ke Korea, faktanya memang masih ada persoalan. Sehingga, pihak Ombudsman Perwakilan NTB kini mulai melakukan investigasi terkait persoalan pengiriman mahasiswa ke Korea tersebut.

Hal lainnya, kata Mori, menyangkut kisruh pengesahan APBD NTB 2020 dirasa masih dalam batas kewajaran. “Penilaian saya, kritik yang dilontarkan masih dalam ambang batas kewajaran. Tentunya, kritik-kritik yang ada pada masalah-masalah ini harus dijadikan masukan kedepan. Sehingga, program yang sudah dibuat itu akan mampu menjadi lebih baik,” ujar dia menjawab wartawan, Kamis (5/9).

Menurut Mori, seyogyanya adanya kritik masyarakat pada pemerintahan pemprov NTB perlu ditanggapi dengan arif dan bijak. Meski demikian, ia menyayangkan, jika kritik yang dilontarkan masyarakat itu. Kini, justru dihubung-hubungkan dengan masalah suksesi Pilkada atau Pilpres 2019 lalu.

“Kalau urusan ini sudah lewat dan semua pihak sudah menerima dengan baik. Contohnya, antara pak Prabowo dan pak Jokowi sudah tidak ada masalah koko. Jadi, harapan saya seorang kepala daerah itu jangan terlalu baper pada kritik masyarakat lah,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu. Mori juga meminta agar setiap kritik yang dilontarkan pada Gubernur Zulkieflimansyah, harus juga disampaikan dengan data-data yang lengkap, serta jangan pula asal-asalan karena ikut-ikutan.

“Saya tidak setuju, jika ikut ngeritik kinerja pak Gubernur, tapi masalah-masalah pribadi beliau dibawa-bawa. Bagi saya ini enggak fair. Kalau kritik dengan data dan subtansi persoalan, ini yang bijak dan memang itu yang harus dilakukan dalam iklim demokrasi saat ini,” ucap Mori Hanafi.

Sebelumnya, melalui akun Facebook resmi miliknya. Gubernur Zulkieflimansyah menjawab sejumlah pertanyaan terkait program unggulan yang di rintisnya. Selain itu Zul juga mengomentari program di era kepemerintahan gubernur sebelumnya, yakni Dr. TGH Muhamad Zainul Majdi

Dimulai dari sektor pariwisata, Zul menyatakan, pihaknya akan tetap memperhatikan sektor ini. Ia membantah bila sektor yang memberikan multi player efek pada sektor lainnya, kini tidak menjadi perioritas.

“Pastinya, pengurangan anggaran pada sektor pariwisata di APBD NTB 2020, tidak membuat pemprov menganak tirikan sektor pariwisata.  Karena, pembangunan infrastruktur seperti dermaga, perbaikan jalan dan penerangan, mengatasi persoalan sampah merupakan berbagai langkah yang juga kita tempuh untuk tetap memajukan pariwisata di NTB,” jelas Gubernur.

Selain itu adanya penerbangan langsung (Direct Flight) dari Perth Australia ke Lombok sebagai upaya meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Bahkan Zul, mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang mencapai 200 persen.

“Padahal memajukan pariwisata itu enggak harus identik dengan anggaran pariwisata. Membangun dermaga, memperbaiki jalan dan penerangan, mengatasi persoalan sampah dan lain nya itu juga ujung-ujungnya pariwisata juga,” kata Gubernur.

“Memajukan pariwisata adalah kemestian dan ini prioritas kami nomer satu. Dan memajukan pariwisata ini enggak harus identik dengan semata jumlah anggaran di dinas pariwisata,” sambungnya.

Terkait dengan pengiriman mahasiswa D3 keperawatan yang menerima beasiswa S1 di Chodang University Korea Selatan yang sempat heboh dan di isukan adanya praktik Human Traffiking juga di jawab oleh Gubernur.

Kata Zul, program beasiswa D3 tersebut di inisiasi oleh Dr Hamsu dari Fakultas Kedokteran Unram. Dari keterangan Dr. Hamsu, sejatinya mahasiswa yang menuntut ilmu di Chodang tersebut selain menimba ilmu juga bisa memanfaatkan waktu luang dengan bekerja membantu di bidang perawatan dan kesehatan di Korea dengan gaji yang lumayan.

“Menurut Kami program ini bagus dan harus di dukung  tapi kami meminta Prof Hamsu untuk mengecek kualitas dan reputasi Chodang University sambil mengirimkan Kadis Kesehatan kami Dr Eka dan Dirut RSUP DR Fikri untuk memastikan bahwa apa yang di janjikan itu benar,” jelas Gubernur.

Menyangkut adanya perbedaan perjanjian dengan Chodang. Zul mengaku, menyesali hal tersebut. Meski demikian, politisi PKS itu menegaskan, kekurangan dalam dokumen perjanjian kerjasamnya masih bisa di perbaiki. “Kita tinggal perbaiki kalau ada prosedur yang keliru atau ganti tempat studi ke tempat yang sesuai harapan,” ucapnya .

Menyinggung program PIJAR yang di cetuskan di era gubernur TGH Muhamad Zainul Majdi. Zul mengaku, dirinya akan tetap konsisten tetap melanjutkan ikhtiar TGB meski dengan redaksi dan kemasan yang berbeda. “Melanjutkan Pijar nggak harus dengan nama Pijar lanjutan tapi bisa juga dengan menghadirkan banyak industri pengolahan yang punya nilai tambah lebih,” ungkapnya.

Salah upaya melanjutkan program Pijar ujar Zul adalah dengan industri pengolahan. “Upaya kami secara sadar untuk melanjutkan program Pijar dengan struktur industri yang lebih dalam rangka menaikkan nilai tambah produk pertanian dan peternakan kita,” tandas Gubernur. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Prioritaskan Kader Maju di Pilkada Serentak 2020, Demokrat Beri Najmul Keleluasaan di KLU

MATARAM, DS – Partai Demokrat akan mengutamakan mengusung kadernya dalam menyongsong kontestasi Pilkada Serentak tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: