Senin , 19 Agustus 2019
Home / Politik / Akui Banyak Pro-Kontra, Gubernur Minta Masyarakat Tak Hakimi Dewan
Inilah sebagian anggota DPRD NTB yang tengah berpose usai pertemuan di Kantor Kedutaan Besar RI di Swiss dalam kunker ke luar negeri beberapa lalu

Akui Banyak Pro-Kontra, Gubernur Minta Masyarakat Tak Hakimi Dewan

MATARAM, DS – Kepergian para anggota DPRD NTB bertajuk kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa, seperti ke Turki, Swiss, Italia, Austalia, Belgia, Belanda dan Paris yang kini menuai kecaman oleh masyarakat di NTB, justru mendapat pembelaan Gubernur Zulkieflimansyah. Padahal, kepergian para wakil rakyat itu menguras dana APBD NTB mencapai Rp 3,5 miliar.

Menurut Zul, sejak menjabat sebagai anggota DPR selama 15 tahun, kepergian anggota DPR ke luar negeri selalu dibarengi banyaknya pro-kontra serta keributan untuk menolak kepergian tersebut. Padahal, wawasan dan pengetahuan di negara luar Indonesia sangat diperlukan untuk menambah khasanah berfikir para anggota DPR maupun DPRD.

“Jadi, jangan sampai kita alergi untuk berkunjung ke luar negeri. Itu semua penolakan itu enggak benar lah. Apalagi, negara Australia, Malaysia dan Singapura juga dekat dengan Indonesia. Sekali lagi, bagaimana kita punya wawasan berfikir yang konstruktif jika kita enggak belajar ke luar,” tegas Gubernur menjawab wartawan, Rabu (14/8).

Zul mengaku ingin meluruskan persepsi terkait kepergian ke luar negeri tersebut. Sebab, dari hasil pembicaraanya dengan anggota DPRD NTB yang sudah ke negara Turki dan Italia, mereka umumnya mendapati jika biaya pendidikan di negara Turki dan Italia serta negara-negara lain yang mereka kunjungi relatif lebih murah bila dibandingkan dengan Indonesia.

Sehingga, dalam pengiriman mahasiswa ke luar negeri yang menjadi program unggulan Pemprov NTB dirasa perlu mengirimkan mahasiswa ke negara tersebut. “Bagi saya informasi dari para anggota DPRD NTB itu adalah hal yang baru. Disinilah manfaatnya kunker ke luar negeri itu. Cuman, kenapa ribut ya karena sedari awal kesannya hanya jalan-jalan saja. Padahal, ada hasil yang positif bagi daerah kedepannya,” ujar Gubernur.

Zul mengaku tidak sependapat jika program ke luar negeri yang dilakukan DPRD maupun eksekutif di lingkup Pemprov dan Pemda di NTB ditolak begitu saja. Sebab, wisatawan akan datang beramai-ramai ke NTB jika didahului adanya kunjungan dari delegasi NTB sebelumnya.

“Ingat lho, ke negara Malaysia misalnya. Itu tiketnya hanya Rp 500 ribu. Kenapa kita enggak ke sana. Sekali lagi, jangan sampai kita jadi alergi dan menabukan sesuatu yang ada hasilnya bagi daerah kita,” ucap Gubernur.

Meski demikian, Zul menyarankan agar pimpinan DPRD dan sebagian anggota DPRD NTB yang telah melakukan kunker ke luar negeri perlu melakukan klarifikasi dan jumpa pers sebagai pertanggungjawaban ke publik terkait hasil-hasil yang telah mereka peroleh selama berada di negara tujuan.
Pasalnya, akuntabilitas keuangan untuk memaparkan hasil kunker itu diperlukan, sehingga tidak menimbulkan kontroversi seperti yang terjadi saat ini. Yakni, adanya petisi mencapai 25 ribu orang untuk menolak kepergian para anggota DPRD di akhir tahun jabatannya tersebut.

“Anggota DPR dan DPRD itu juga manusia biasa. Jangan kita menghakimi mereka terlalu kejam juga. Belum tentu mereka keliru, memang jika terus dibuka lebih lama. Tentunya, yang menolak soal petisi tidak lagi mencapai 25 ribu orang tapi bisa lebih dari angka itu. Sebaiknya, pres konference untuk memaparkan hasil kunker harus cepat dilakukan, sehingga masyarakat tahu dan ada akuntabilitasnya,” jelas Gubernur.

“Tapi, jangan kita didekte oleh adanya petisi penolakan itu lantas seorang pemimpin itu berdamai dengan keadaan. Sekarang itu, perlu proporsionalnya. Yakni, sampaiakan saja berapa besaran dananya, kemana negara yang dituju. Dan tunjukkan hasil kunkernya. Simple kan,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu. Zul menyayangkan adanya sekolompok oknum yang mencari kesempatan menumpang tenar pada kegiatan kunker DPRD NTB ke luar negeri yang sudah terjadwal lama itu. Padahal, kerja mereka selama ini pada rakyat NTB tidak ada kelihatan hasilnya.

“Kalau saya hadapi saja kritikan itu dengan biasa. Karena memang, kunker DPR dan DPRD selalu ribut meski tidak terjadi gempa sekalipun tetap juga dikait-kaitkan, ketimbang ada yang shock cari populis pada isu kunker. Tapi, disini malah enggak ngapain-ngapain dan juga enggak ada hasilnya,” tandas Gubernur. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Rachmat : Tak Setujui Kunker ke Luar Negeri Disaat Rakyat NTB Lagi Menderita

MATARAM, DS – Di penghujung masa jabatannya, puluhan anggota DPRD melakukan kunjungan kerja (kunker) ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: