Senin , 9 Desember 2019
Home / Politik / 65 Anggota DPRD NTB Terpilih Ditetapkan KPU NTB
Ketua KPUD NTB pada penetapan anggota DPRD NTB

65 Anggota DPRD NTB Terpilih Ditetapkan KPU NTB

MATARAM, DS – Sebanyak 65 anggota DPRD NTB terpilih periode 2019-2024 hasil Pemilu 2019 ditetapkan KPU NTB. Rapat pleno penetapan calon terpilih anggota DPRD NTB yang berlangsung, Minggu (11/8), dihadiri Komisioner KPUD NTB dan Sekretaris KPUD NTB, Komisioner Bawaslu NTB, sejumlah calon terpilih DPRD NTB, serta beberapa organ pemuda dan mahasiswa.

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, memimpin langsung Rapat Pleno Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD NTB Periode 2019-2024 tanpa adanya hambatan. Meski demikian, sesekali dalam pelaksanaan pembacaan perolehan kursi pada setiap Daerah Pemilihan (Dapil), Komisioner Bawaslu NTB melakukan interupsi mempertanyakan kembali sistem perhitungan suara dan mengingatkan para calon terpilih untuk segera menyerahkan LHKPN yang menjadi bagian wajib yang harus dilakukan sebelum pelantikan dilangsungkan.

Dari 16 Parpol yang ikut menjadi kontestan Pemilu 2019, kursi terbanyak di DPRD NTB ditempati Partai Golkar dengan 10 kursi, Gerindra 9 kursi, PKS 7 kursi, PPP 7 kursi, Partai Demokrat 7 kursi, PKB 6 kursi, NasDem 5 kursi, PAN 5 kursi, PDIP 4 kursi, Partai Berkarya 2 kursi, PBB 2 kursi, Hanura 1 kursi. Sedangkan empat parpol lainnya seperti Partai Garuda, Partai Perindo, PSI dan PKPI gagal meraih kursi satu pun di parlemen Udayana.

Suhardi mengatakan tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pemilu 2019 meningkat signifikan. Sebab, dari target tingkat partisipasi secara nasional mencapai 77,55 persen, NTB mampu meraih angka partisipasi sebesar 82,75 persen untuk Pemilu Legislatif.

“Untuk Pilpres angka partisipasinya menembus kisaran 82,91 persen. Sehingga, raihan itu melampaui dari apa yang diniatkan secara bersama,” kata dia.

Mantan Ketua KPU Sumbawa dua periode itu menyatakan, tingginya tingkat partisipasi pemilih di NTB pada Pemilu 2019 tidak terlepas dari kerjasama semua pihak baik di tataran penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Wajarlah kita atensi kerjasama semua komponen stakeholder masyarakat yang ada di NTB untuk membantu kerja KPU NTB dalam meningkatkan tingkat partisipasi pemilih itu,” ucap Suhardi.

Sementara Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid, menilai pelaksanaan Pemilu di NTB secara umum berlangsung sukses dengan tingginya tingkat partisipasi pemilih diatas target nasional.

“Kita semua patut syukuri, apalagi tingkat kemanannya juga cukup baik dan kondusif. Kita sangat mengapresiasi semua hal ini, kepada pihak TNI/Polri dan juga teman-teman media yang ikut membantu dan menjaga NTB tetap kondusif,” ucapnya.

Meski berjalan sukses, Bawaslu juga memberikan catatan-catatan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 itu seperti manajemen kepemiluan lebih khusus pada aspek administratif seperti surat suara yang tertukar, surat suara yang kurang, logistik pemilu yang tidak layak untuk digunakan seperti kotak suara yang rusak.

“Selain itu soal profesionalitas penyelenggara yang juga harus dievaluasi karena banyak penyelenggara yang kita temukan dalam menulis C1 itu tidak dilakukan secara tuntas. Begitu pun pada saat pencalonan juga harus dilakukan evaluasi seperti calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat tapi oleh KPU dinyatakan memenuhi syarat, ini harus lebih dicermati lagi. Hal lain juga menyangkut penggunaan foto juga harus dicermati lagi kedepannya,” tandas Khuwailid. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Atensi Sikap Gubernur Bela Selly dan Ahsanul M-16 : Aneh, Pasar Murah Tak Gunakan APBD Kok Diributkan

MATARAM, DS – Direktur Kelompok Kajian Sosial-Politik M-16, Bambang Mei Firnawanto menilai langkah Gubernur Zulkieflimansyah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: