Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Antar Pulau Seberat 91,31 Gram, Pelakunya adalah Residivis

Penggagalan penyelundupan sabu

Selong,DS – Polisi berhasil menggagalkan penyelundupan sabu antar pulau. Pelakunya adalah EN (33) warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Pelaku ditangkap di saat hendak menyeberang dari Pelabuhan Kayangan Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat, Minggu, (13/08/2023).

Kasat Narkoba Polres Lombok Timur, AKP IGN Bagus Suputra, mengungkapkan pelaku ditangkap setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Lombok menuju Dompu dengan menumpang mobil travel melalui Pelabuhan Laut Kayangan Labuhan Lombok.

Setelah berhasil mengidentifikasi mobil travel yang ditumpangi pelaku, ujar Suputra, selanjutnya petugas melakukan pembuntutan dari daerah Masbagik sampai Kawasan Pelabuhan Laut Kayangan Labuhan Lombok.

“Setelah mobil travel yang ditumpangi terduga pelaku memasuki kawasan pelabuhan dan naik ke kapal ferry, selanjutnya sekitar pukul 18.35 Wita Tim Opsnal melakukan penyergapan”, ungkapnya.

Selanjutnya, dilakukan penggeladahan badan dan pakaian yang digunakan pelaku disaksikan petugas keamanan pelabuhan.

“tepatnya disaku sebelah kanan celana yang dikenakan pelaku ditemukan 1 bungkus sedang plastik berisi bubuk putih yang diduga Narkotika jenis shabu”,ucapnya.

“Selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap tas rajut selempang yang dibawa terduga pelaku, di dalamnya ditemukan 1 bungkus besar plastik berisi bubuk putih yang diduga Narkotika jenis shabu yang disembunyikan di dalam bohlam lampu”,sambung Suputra.

Kini, pelaku digelandang ke Mapolres Lombok Timur guna penegakan hukum lebih lanjut. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti sabu seberat 91,31 gram.

“Pelaku adalah residivis kasus narkoba tahun 2020 divonis 5 tahun 3 bulan penjara dan menjalaninya di Lapas Dompu, awal bulan Agustus 2023 mendapat status bebas bersyarat”, terangnya.

“Pelaku dijerat dengan pasal 112 dan 114 undang undang Narkotika dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun kurungan penjara, ” tutup Suputra.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.