Berbagi Berita Merangkai Cerita

Polemik Perubahan Nama Bandara Lombok, Ruslan : Pemprov Harus Duduk Bareng dengan Pemkab dan Masyarakat

133

FOTO. H. Ruslan Turmudzi. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS- Kisruh pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) yang kini telah menimbulkan pro dan kontra ditengah-tengah masyarakat, menuai reaksi anggota DPRD NTB dapil Kabupaten Lombok Tengah, H. Ruslan Turmudzi.

Menurut Politisi PDIP itu, pergantian nama bandara, sejatinya bukanlah sesuatu yang harus di perdebatkan, baik oleh yang pro atau kontra. Sebab, persoalan nama bandara itu menjadi otoritas kewenangan dari PT. Angkasa Pura.

Namun, kata Ruslan, lantaran PT. Angkasa Pura menghargai pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov NTB dan Pemda Loteng sebagai wilayah ketempatan untuk memberikan nama bandara sesuai kesepakatan bersama.

“Kita sebenarnya tidak perlu mempersoalkan nama bandara itu karena yang berhak memberikan nama terhadap bandara tentu pihak Angkasa Pura selaku BUMN yang di percaya pemerintah sebagai pengelola,” kata dia saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Selasa (5/1).

Ruslan menyarankan agar persoalan perubahan nama bandara Lombok tidak terus meruncing, maka para pemangku kebijakan. Yakni, Pemprov NTB dan Pemda Loteng serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama mencari jalan tengah agar polemik sengketa nama bandara dapat terselesaikan tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Mari kita pikirkan masyarakat yang banyak. Untuk itu, sebaiknya saran saya segeralah untuk duduk bersama sesegara mungkin,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu. Ruslan juga menyayangkan sikap Pemprov NTB sebelumnya yang tidak pernah mengajak anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah hingga Provinsi terkait usulan pergantian nama bandara Lombok itu.

“Padahal jika mengacu pada aturan yang ada pengusulan nama bandar itu harus di tetapkan oleh DPRD melalui paripurna bukan oleh ketua DPRD atau pimpinan dewan,” ujarnya.

“Dari awal saya sudah sampaikan bahwa proses pengusulan nama bandara itu cacat admistrasi jadi mari kita duduk bersama kembali untuk cari jalan tengahnya,” sambung Ruslan Turmudzi. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.