Berbagi Berita Merangkai Cerita

Polda NTB Tangkap Penyebar Hoaks ‘Ambulance Korupsi’, PDIP Mataram Atensi Kinerja Polisi 

0 18

MATARAM, DS – Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Mataram mengapresiasi kinerja aparat hukum dalam hal ini Polda NTB yang telah menangkap pelaku penyebaran informasi hoaks.

“Atas nama seluruh kader partai kami mengatensi dan mengapresiasi kerja cepat aparat kepolisian terkait pelaporan yang kami lakukan beberapa hari lalu serta langsung ditindak lanjuti dengan penangkapan pelaku,” ujar Ketua DPC PDIP Kota Mataram Ir Made Slamet MM, Jumat (31/1).

Diketahui, pengguna akun bernama Ulwan Mustofa Ro’is tersebut telah mengunggah postingan terkait ujaran kebencian terhadap PDIP yang sangat merugikan partai pada sekitar pukul 16.00 Wita tertanggal 25 Januari 2020 lalu. Salah satunya pada Group Ngopi (Ngobrol Politik) Mentaram yang menampilkan gambar ambulance  partai yang berisikan pernyataan “Ambulance ini tempat menampung orang-orang korupsi”.

Menurut Made, awalnya pihaknya tak mempersoalkan berbagai postingan yang dilakukan terlapor pada pihaknya. Namun lantaran, sudah diperingati dan justru terkesan tidak takut maka pihaknya bersama jajaran 10 DPC PDIP di NTB serta pengurus DPD PDIP NTB akhirnya melaporkan sebuah akun Facebook ke Polda NTB pada Senin (27/1) lalu.

“Kami selaku kader selama ini bersabar. Tapi jika berlebihan seperti yang dilakukan oleh pelaku dan sudah dingkatkan namun enggak takut. Maka, siapapun mereka akan kita laporkan karena sikap kayak gitu jika dibiarkan akan sangat merugikan keberlangsung partai,” tandanya.

Informasi yang dihimpun wartawan di internal Polda NTB bahwa Ditreskrimsus Polda NTB telah menangkap pemilik akun berinisial U di kediamannya di Kota Mataram pada Kamis (30/1) malam. Saat ini, pelaku tengah dimintai keterangannya secara intensif oleh penyidik terkait postingannya yang telah meragukan para kader PDIP di NTB tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka terjerat pasal 45A ayat(2) jo pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik yang ancaman hukumannya enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar. RUL

Leave A Reply