A place where you need to follow for what happening in world cup

Polda NTB Seriusi Penanganan Kasus Longsor Proyek Senggigi

160

FOTO. Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana. (FOTO. RUl)

MATARAM, DS – Proyek pengerjaan penataan rest area di tiga titik yang berada di kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, menjadi perhatian serius jajaran Polda NTB.

Apalagi, dua dari tiga proyek tersebut telah mengalami longsor. Sehingga, pengawasannya lebih ditingkatkan. Terlebih, proyek yang berlokasi di tepian tebing kawasan Makam Batulayar juga kini mulai muncul tanda retak pada bagian bronjongnya.

“Kami enggak main-main pada kasus longsornya proyek penataan rest area di Senggigi itu. Sehingga, kami sudah minta pada rekan-rekan dari Polsek Senggigi untuk memasang garis polisi dan pagar pembatas juga di sepanjang pembatas tepi jalan utama,” tegas Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana pada wartawan, Jumat (5/3).

Ia mengatakan, pengawasan yang bersifat ekstra pada proyek di Senggigi dimaksudkan untuk mengantisipasi dampak musibah di tengah kondisi cuaca yang saat ini masih dalam curah hujan cukup tinggi.

“Kalau kejadian bisa segera kami ambil tindakan,” kata Ekawana.

Pekerjaan proyek penataan rest area kawasan sekitar Alberto itu dianggarkan dengan pagu Rp2,2 miliar. Proyek ini dikerjakan CV AP asal Kuripan, Kabupaten Lombok Barat dengan harga penawaran Rp1,8 miliar.

Proyek lain yang diusut karena kondisi longsor yakni proyek penataan rest area kawasan sekitar Hotel Sheraton. Proyek ini digelontorkan dengan pagu anggaran Rp3 miliar. Pemenang lelang dari Bandung PT SJU dengan harga penawaran Rp2,62 miliar.

Sedangkan, pada tahun 2020, Dispar Lombok Barat mendapat anggaran Rp9,97 miliar untuk pekerjaan revitalisasi kawasan pariwisata Senggigi. Sumber anggarannya dana pinjaman daerah melalui Bank NTB yang dialokasikan pada APBD Dispar Lombok Barat.

Anggaran ini dipakai untuk lima proyek penataan kawasan dan rest area, termasuk di sekitar kawasan Cafe Alberto dan juga Hotel Sheraton.

Terkait pemanggilan pada Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H Saepul Ahkam terkait adanya dugaan korupsi dalam pengerjaan dua proyek penataan kawasan wisata Senggigi.

“Kadispar Lombok Barat selaku KPA (kuasa pengguna anggaran) sudah kita agendakan untuk diperiksa,” ungkap Ekawana.

Pemanggilannya, tegas Ekawana, masih bersifat klarifikasi. Hal itu dipastikannya karena penanganan kasus ini masih dalam tahap pengumpulan data dan bahan keterangan para pihak terkait.

Dalam tahapan tersebut, pihaknya sudah memulai langkah dari penelusuran proses lelang proyek. Mulai dari perencanaan sampai tahap pengerjaan di lapangan menjadi serangkaian agenda tim penyelidik.

“Intinya semua masih dalam tahap klarifikasi. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa, akan kita gelar dulu,” tandas Ekawana. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas