Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pokdarwis Wireng Baya Desa Lenek, Kemas Paket Wisata Sarat Sensasi

182

Sket obyek wisata sawah yang tengah dibangun di Desa Lenek

SELONG, DS – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wireng Baya Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Lombok Timur (Lotim) dibentuk pada tanggal 13 Juli 2020. Diusianya yang masih muda, Pokdarwis setempat berinovasi mengemas paket wisata yang sarat sensasi.

Dalam master plan dalam pengembangan Destinasi Wisata dengan peninggalan Sabuk Belo tersebut, tidak sekadar memiliki potensi dalam bidang Seni-Budaya, tetapi juga dikenal  dengan potensi agraris dan air tawar yang melimpah.

Seni budaya Desa Lenek

Ketua Pokdarwis Wireng Baya Desa Lenek, M. Tobroni, SH.,  Kamis (29/07/2021), memapakan kepada awak media ini,  potensi itu menginspirasinya untuk berbuat sesuatu. Tiga potensi dikemas dalam paket wisata sehingga para wisatawan sedapat mungkin tergerak untuk merasakan sensasi.

Paket Wisata Sawah  saat ini sedang dikerjakan  oleh pihak Pemdes Lenek dengan kondisi  yang sudah mencapai  60 %. Diperkirakan tahun 2021 ini akan rampung. “Konsep kami dari  Pokdarwis untuk pengembangan paket wisata itu sudah dikomunikasikan dengan pihak Pemdes.  Insya Allah para  personal Pokdarwis yang memiliki potensi itu  sangatlah mendukung untuk berjalannya pengembangan kepariwisataan,” papar Tobroni.

Tour Lokal ke Setiap Paket Wisata

M.Tobroni

Menurut Tobroni, paket tersebut dapat dinikmati oleh para wisatawan, tidak terlepas dari komitmen dan kolaborasi serta kerjasama yang baik antara Pemdes, Pokdarwis dan Bumdes dengan  keterlibatan masyarakat secara merata.

“Pengembangan paket tersebut nantinya dikondisikan  mendapat kunjungan secara estafet proporsional oleh para wisatawan yang selanjutnya kami sebut sebagai Tour Lokal. Misalnya  dia mulai dari pertunjukan Seni – Budaya di Rumah Budaya, baru ke wisata sawah kemudian wisata air tawar di  Bendungan  Batu Malang,” terangnya.

Sistem tersebut mengakomudir semua komunitas masyarakat dengan peluang yang sesungguhnya sangat mendukung keberlangsungan dari profesi masing-masing.

 “Dengan demikian potensi yang ada dapat diberdayamanfaatkan secara merata yang berdampak kepada terciptanya lapangan kerja dan peningkatan nilai ekonomi serta  pendapatan masyiarakat menjadi meningkat,” imbuh alumni Fakultas Hukum Universitas Mataram ini.

Tobroni mengapresiasi, ketika para wisateawan dalam Tour Lokal tersebut ada hal yang menarik terhadap kearifan lokal yang dilihat dan ingin mencoba sensasi kearifan lokal tersebut, boleh sang wisatawan mencoba. Nantinya akan dipandu oleh guide dari Pokdarwis.

“Misalnya penasaran dengan pelecing kangkung dan ikan bakar. Ikan langsung dapat ditangkap di tempat petani yang dikunjungi, pun demikian dengan kangkung dapat  dipetik di tempat yang berdampingan dengan kolam ikan air tawar yang ada di Dam Batu Malang. Buat pelecing dan bakar ikan dilakukan oleh wisatawan. Ini kami sebut dengan istilah Coocking Class,” terang Tobroni (Kus).

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.