Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pojok NTB dan Warga Tionghoa Bagi Sembako di RSUD NTB

0 34

MATARAM, DS – Setelah sebelumnya berbagi sembako kepada petugas medis di RSUD Kota Mataram, kini Manajemen Pojok NTB bersama perkumpulan warga Tionghoa dari Perkumpulan Sosial Bhakti Mulia (PSBM), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), menyalurkan bantuan berupa paket Sembako untuk petugas medis di RSUD Provinsi NTB, Rabu, 8 April 2020.

Pembagian Sembako tersebut menyasar pada petugas medis yang merawat pasien COVID-19 maupun pasien dalam pengawasan (PDP). Bantuan Sembako diterima langsung Direktur RSUD NTB, dr Lalu Hamzi Fikri.

Ketua Relawan Manajemen Pojok NTB, M. Fihiruddin, mengatakan pembagian sembako tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap petugas medis yang telah berjuang melawan Coronavirus COVID-19, dengan merawat dan menyembuhkan pasien.

“Ini adalah bentuk apresiasi kita dan warga Tionghoa di Mataram terhadap petugas medis yang telah berjuang melawan Corona dengan mempertaruhkan nyawa mereka,” katanya.

Pembagian sembako dihadiri langsung Ketua PSBM, Perkumpulan Sosial Bakti Mulia, The Kok Lay, Perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia PSMTI NTB, Angga Jaya Saputra dan Rudi Hidayat, Wakil Sekretaris Perhimpunan INTI NTB.

Juru bicara Pojok NTB, Budi Wawan, mengatakan bantuan paket Sembako itu dibagikan untuk petugas medis di RSUD Kota Mataram sebagai apresiasi atas kerja mereka yang sudah bersusah payah membantu penanganan pandemi Covid-19 di Mataram dan NTB secara umum.

“Terutama bagi para sopir ambulan dan tenaga di unit pemulasaran atau rawat jenazah, karena mereka ini garda terdepan yang harusnya tidak dilupakan,” kata Budi Wawan.

Bantuan sembako itu merupakan hasil donasi sejumlah pihak yang peduli, dan juga hasil donasi dari warga Tionghoa Mataram yang tergabung dalam wadah PSBM, PSMTI, dan INTI.

Sementara, Direktur RSUD NTB, dr Lalu Hamzi Fikri, mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan masyarakat terhadap petugas medis.Dia berharap masyarakat dapat bersinergi dengan tenaga medis untuk memerangi virus Corona. Rumah sakit, katanya adalah garda terakhir dalam melawan Corona. Garda terdepan katanya adalah masyarakat sendiri yang dapat melawan Corona dengan mengikuti anjuran atau imbauan pemerintah.RUL.

Leave A Reply