Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 19 Mei 2022 07:14 WITA ·

PMK Serang Ratusan Sapi di Lombok Timur


					Drh. Mawardi sedang memeriksa penyakit PMK Perbesar

Drh. Mawardi sedang memeriksa penyakit PMK

SELONG, DS – Lombok Timur (Lotim) dikenal sebagai daerah yang bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun, secara tiba-tiba, tahun 2022 ini banyak sapi dan kerbau diserang PMK, terutama di 4 kecamatan masing-masing Aikmel, Wanasaba, Sembalun dan Pringgabaya. Dari 15 Desa di Kecamatan Pringgabaya misalnya, diketahui ada 4 desa yang sudah diserang penyakit itu.

Pada dasarnya, PMK menyerang ternak berkaki belah yaitu sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Namun selama ini yang diserang adalah sapi dan kerbau dengan gejala ingusan dan air liur yang berlebihan atau hypersalivasi, lesi (luka-luka kecil di bagian mulut dan kaki). Gejala ini sangat cepat.

Kepala UPT Nakeswan Kecamatan Pringgabaya Lotim, Hajah Nurlaili, Rabu (18/05/2022), mengemukakan aduan masyaraoat terkait dengan PMK dilayani pihaknya 24 jam.

“Bahkan tadi malam hingga pukul 22.00 Wita kami bersama pak Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (Nakeswan) Lotim,” kata Hj. Nurlaili, S.Pt., sembari menambahkan bahwa sampai dengan hari Selasa, jumlah ternak sapi dan kerbau yang terserang hingga ratusan.

“Ada 283 ekor terserang PMK dengan rincian kerbau 43 ekor dan sapi 240 ekor,”imbuh alumni Fakultas Peternakan Universitas NW Mataram 2012 ini.

Sementara itu, drh. Mawardi, tim ahli pemeriksaan hewan UPT Nakeswan Kecamatan Pringgabaya, menyampaikan dari sejumlah ternak yang diserang PMK tersebut kini sudah dinyatakan sembuh. Ada yang masih sakit dan dipotong paksa.

“Dinyatakan sembuh 163 ekor, masih sakit 107 ekor dan sisanya dipotong paksa mengingat kondisi sakitnya sangat parah,” kata drh Mawardi seraya menambahkan bahwa hewan yang dipotong tersebut bisa dikonsumsi dengan perlakuan dan pengawasan.

Menurut Mawardi, kondisi PMK yang menyerang ternak Sapi dan Kerbau terus mendapat penanganan pihak UPT Nakeswan setempat. Untuk itu masyarakat diminta tenang dan jangan sampai terpengaruh dengan berita sumbang yang datang dari pihak yang mengambil manfaat dari kasus PMK ini.

“Semua ternak kita tangani dengan sabar, ikhtiar dan do’a. Kita lakukan pengobatan dengan pemberian injektamin, antibiotik, analgesik dan antipinetik,” lanjut Mawardi.

Mawardi meminta masyarakat untuk tenang dan jangan panik, sehingga tak mudah terkecoh dengan prilaku orang yang mencoba memanfaatkan keadaaan dengan tujuan yang bisa menyebabkan akibat kerugian dari para petani ternak.

“Masyarakat jangan panik, lakukan langkah sesuai pesan dan arahan dari petugas atau tim ahli UPT setempat. Hindari tindakan yang bisa menyebabkan menularnya PMK ke ternakl ainnya. Lakukan tindakan awal berupa pemberian ramuan herbal kepada ternak yang terjangkit PMK. Jangan terkecoh dengan isu yang memprovokasi yang bisa menyebabkan turunnya nilai harga pasaran ternak,” terang Mawardi (Kus)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KTT Bebaturan Siapkan Sapi untuk Hewan Kurban

3 Juli 2022 - 15:26 WITA

Dirangkaikan dengan Harganas, Car Free Day Bangun Komitmen Turunkan Stunting

3 Juli 2022 - 12:01 WITA

Pemukulan Bedug Warnai MTQ XXIX Provinsi di Selong

1 Juli 2022 - 20:11 WITA

MTQ Provinsi di Lotim, Semangat bagi Millenial Bumikan Al-Qur’an

29 Juni 2022 - 09:25 WITA

Pisah Sambut Ketua PN 1B Selong,Bupati Paparkan Diskusi tentang Tiga Macam Hakim

25 Juni 2022 - 11:02 WITA

Sebanyak 974 Mahasisswa Unram “Serbu” 95 Desa di Lotim

23 Juni 2022 - 14:31 WITA

Trending di Lombok Timur