PMI Asal Desa Anjani Ditemukan Meninggal di Ladang Sawit Malaysia

Keluarga almarhum Jufri

SELONG,DS- Seorang Pekerjaan Migran Indonesia (PMI), Jupriyadi (37), asal Dusun Anjani Timur, Desa Anjani Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, ditemukan meninggal dunia di perkebunan Sawit, tepatnya di Lubuk Antu, Serawak Malaysia Timur, Sabtu (24/02). Korban pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja sawit dalam keadaan sudah membusuk dan membiru.

“Almarhum berangkat bersama satu orang temannya dari Aikmel secara ilegal pada hari Senin (19/02) lalu,” tutur Nuraini, Istri Jupriyadi, Senin (26/02).

Diceritakan Aini, sebelumnya Jupri bersama temannya itu merantau ke Bali beberapa bulan yang lalu. Sepulang dari Bali, tanggal 13 Februari Jupri bersama temannya itu langsung memesan tiket untuk pergi ke Malaysia Timur secara ilegal dan tanpa sponsor maupun tekong.

Sepulang dari Bali Jupriyadi tidak pernah sakit dan mengalami riwayat penyakit apapun. Bahkan kondisi fisiknya juga sangat bugar. Sebelum berangkat Jupri meminta izin kepada istrinya untuk ke Malaysia Timur secara Ilegal.

“Dia bilang ke saya kalau dia mau ke Malaysia bersama temannya yang bekerja di Bali itu secara ilegal. Tetapi di mertua saya dia bilang berangkat secara resmi. Karena kalau dia izin secara ilegal mertua saya sering marah-marah dan tidak diizinkan,”ucapnya.

Setelah keberangkatan suaminya, Aini terkahir berkomunikasi dengan Jupri pada Rabu pagi. Selanjutnya, hari itu posisinya hendak menyeberang menuju Malaysia melalui jalur laut. Saat dihubungi siang nomor telepon Jupri sudah tidak aktif lagi.

Pada malam Kamis, Nuraini mendapatkan kabar dari temannya Jupri bahwa ia bersama Jupri sudah sampai di Malaysia Timur. Namun pada saat diperjalanan Jupri ditabrak oleh sepeda motor di pinggir jalan raya saat berjalan kaki menuju tempat tujuannya bekerja.

“Saya diberitahu kalau suami saya ditabrak oleh sepeda motor pada saat dia sedang berjalan kaki menelusuri jalan. Karena dia ilegal makanya dia jalan menelusuri perkebunan sawit,” bebernya.

Lebih jauh dia menuturkan, berdasarkan keterangan dari temannya Jupri, saat ditabrak kondisi Jupri masih dalam keadaan sadar. Kemudian temannya itu pergi mencari pertolongan kepada pekerja yang ada di sekitar. Tetapi setelah balik mencari pertolongan itu, Jupri ditemukan sudah tidak ada di tempat.

Melihat Jupri tidak ada di tempat, temannya itu langsung mencari Jupri di sekitar lokasi bersama orang yang datang untuk membantu itu, tapi tidak ditemukan. Sejak itu keluarga Jupri terus berusaha menghubungi namun tidak bisa.

“Kami terus telepon dari malam Kamis itu tapi tidak bisa nyambung. Sedangkan temannya ini pergi karena dia ilegal takut ketahuan polisi Malaysia. Tapi kami tetap komunikasi dengan temannya itu Sampai hari ini,”ujarnya.

Kemudian pada Sabtu malam, seorang tetangga Aini melihat di media sosial Facebook, KTP dan foto dan mayat Jupri ditemukan sudah dalam keadaan membusuk dan muka sudah rusak digerogoti belatung dan lalat tanpa celana.

Setelah dicek ternyata mayat tersebut benar adalah Jupri suaminya. Terlebih baju yang digunakan itu memang baju Jupri yang digunakan dari rumah.

“Dia pakai celana Levis panjang saat berangkat itu. Celana itu juga sangat ketat bahkan kalau dia pakai celana itu saya selalu bantu dia. Tapi kenapa kok pas ditemukan itu mayatnya tidak pakai celana. Dan uang yang dibawa itu juga katanya sudah habis di jalan,”imbuh Aini.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Khairi, angkat bicara.

Dikatakannya, pihaknya sampai saat ini belum menemukan titik terang soal dugaan warga Lombok Timur yang meninggal dunia di Malaysia.

Khairi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan identitas korban. Pasalnya korban merupakan PMI ilegal.

“Itu ilegal, tidak ada datanya di kami,” ucap Khairi (26/2/2024).

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan menghubungi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk mengurus hak maupun kepulangan korban.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.