BSK Samawa

PLTU FTP2 Sambelia Jaga Iklim Investasi dan Sistem Kelistrikan Pulau Lombok

FOTO. Inilah PLTU FTP2 Sambelia yang memiliki kapasitas 2x50 MW berlokasi di Desa Padakguar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, yang sudah mencapai Backfeeding kelistrikan Pulau Lombok. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara berhasil melaksanakan proses backfeeding atau energize sistem 150 kV PLTU Lombok FTP – 2 (2x50MW).

Keberhasilan ini menjadi milestone penting proses penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 (2×50 MW) di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

General Manager UIP Nusa Tenggara, Wahidin, mengatakan, bahwa proses backfeeding ini menandakan bawah PLTU telah menerima tegangan pertama dari sistem transmisi 150 kV sistem Lombok melalui Gardu Induk FTP2 150 kV Bay Generator Transformer unit 1, Gardu Induk Lombok FTP-2 (Sambelia) dilakukan dengan memanfaatkan tegangan tinggi yang ditransmisikan dari sistem tegangan tinggi pulau Lombok, kemudian di salurkan sampai dengan dengan sistem medium voltage (MV) 11 kV, 6.3 kV dan low voltage (LV) 400 Volt sisi pembangkit PLTU Lombok FTP-2 (2x50MW).

“Capaian ini menjadi sangat penting dan krusial untuk menyelesaikan proses pengujian fungsi dari masing–masing alat (individual test), seperti elektrikal mekanikal, wiring dan proteksi, dan sebelum kami melaksanakan uji fungsi peralatan secara bersamaan,” kata Wahidin pada wartawan, Selasa (19/4).

Menurut dia, secara teknis, tahapan berikutnya setelah capaian proses saat ini adalah untuk mempersiapkan proses hydrotest, atau yang merupakan pengujian intalasi pemipaan pada sisi boiler, guna memastikan proses konstruksi yang dilakukan sesuai standar teknis yang ditetapkan.

“Kami bersama tim sedang dan terus menggenjot proses penyelesaian pekerjaan pembangunan PLTU ini, dengan tantangan teknis dan nonteknisnya, kami masih optimis menyelesaikan first syncron tepat waktu,” kata Wahidin.

PLTU FTP2 Sambelia yang memiliki kapasitas 2×50 MW berlokasi di Desa Padakguar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur direncanakan akan menjadi salah satu pembangkit backbone atau pembangkit utama untuk menopang beban daya pada sistem kelistrikan Pulau Lombok.

Keandalan sistem kelistrikan, dan ketercukupan daya energi listrik merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang iklim investasi di daerah.

Provinsi NTB menargetkan realisasi investasi pada tahun 2022 sebesar Rp15 triliun, dan potensi pengembangan wilayah pada sektor pariwisata dengan adanya event international pada kawasan prioritas Mandalika, khususnya dan pariwisata NTB pada umumnya, menjadikan kebutuhan energi Listrik menjadi sangat fundamental.

“Kedepan energi listrik yang dihasilkan oleh PLTU FTP2 Sambelia akan dikirim melalui sistem tegangan tinggi (SUTT) ring pulau Lombok, melalui Gardu Induk – Gardu Induk yang telah dibangun, sehingga pemanfaatan energi listrik kedepan akan mampu menopang dan mendorong kegiatan ekonomi daerah,” jelas Wahidin.

Ia menambahkan, untuk target singkron sistem tegangan PLTU ditargetkan beroperasi pada Oktober.

Hal ini agar pemanfaatan energi listrik dari pembangkit yang ada di Sambelia ini dapat di nikmati. “Khususnya untuk menyambut gelaran WSBK tahun 2022 ini,” tandas Wahidin. RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.