Berbagi Berita Merangkai Cerita

PJLT Berikan Santunan Kematian kepada Ahli Waris Petugas BPBD

17

Penyaluran santunan kematian ke ahli waris petugas BPBD

SELONG, DS – Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris Lalu Bambang Budianto yang wafat dalam kecelakaan, saat bertugas beberapa waktu lalu.

Santuan ini diserahkan kepada istri almarhum oleh Ketua FJLT, Rusliadi, Selasa (06/04). Santunan ini didapatkan ahli waris karena FJLT telah mendaftarkan almarhum sebagai peserta BPJamsostek.

FJLT sebagai wadah berkumpulnya para wartawan Lombok Timur telah mendaftarkan anggotanya dalam kepesertaan BPJamsostek. Bahkan Forum membayarkan 3 bulan pertama iuran BPJamsostek anggotanya.

Mengenang Lalu Bambang, Rusliadi mengatakan bahwa almarhum adalah sosok yang hangat dan bersahabat. Bahkan hingga hari terakhir menjelang maut menjemputnya, almarhum sempat mengajak teman-teman wartawan ngopi bersama.

“Saya masih ingat betul almarhum mengajak kita ngopi bareng di taman di hari sebelum meninggalnya itu,” kilasnya.

Dari anggota yang berjumlah 57 orang, tercatat 37 wartawan Lombok Timur yang sudah menjadi peserta BPJamsostek melalui FJLT. Sementara sisanya telah terdaftar dari perusahaan media masing-masing.

“Yang belum kita harapkan segera mendaftar,” ajak Rusli.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJamsostek Lotim, Akbar Ismail, menjelaskan bahwa santunan itu berasal dari FJLT. Karena dalam prinsip jaminan kesejahteraan sosial adalah gotong royong.

“Santunan itu dari FJLT, bukan dari BPJamsostek. Karena prinsipnya kan gotong royong,” kata dia.

FJLT bersama BPJamsostek pun telah mengupayakan agar kematian almarhum ditetapkan sebagai kecelakaan kerja. Namun, sayangnya fakta yang ditemukan verifikator bahwa almarhum meninggal saat bertugas sebagai anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sehingga ahli waris almarhum hanya mendapatkan santunan kematian sebesar Rp. 42 juta. Padahal jika masuk dalam kecelakaan kerja santunannya mencapai Rp. 104 juta.

“Kita sudah sampaikan juga ke ahli waris kalau fakta yang ditemukan verifikator seperti itu,” terangnya.

Untuk diketahui bersama, almarhum telah bergabung dengan BPBD sekitar tiga bulan lamanya. Namun disela-sela pengabdiannya sebagai petugas BPBD, ia juga tetap aktif menulis di salah satu media online.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Lotim, Iwan Setiawan menyebut Lalu Bambang sebagai sosok pahlawan kemanusian. Serta pahlawan bagi pekerja kemanusiaan di Lombok Timur bahkan daerah lain.

Peristiwa itu menjadi tonggak sejarah, karena Pemkab Lombok Timur merespon dengan mendaftarkan seluruh pegawai non ASN yang memiliki resiko pekerjaan tinggi dalam kepesertaan BPJamsostek.

“Personil BPBD 100% sudah kita masukan. Efek dari peristiwa itu juga merembet ke provinsi lain,” terangnya.

Ia pun berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga Almarhum. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.