Pj Bupati Sebut Jihad Intelektual Berantas Kebodohan, Sebanyak 257 Ponpes di Lotim Wujudkan Satu Desa Satu Santri

Hari Santri di Lotim.pkp

Selong,DS- Pj. Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh elemen pondok pesantren yang ada di Lombok Timur atas kontribusinya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.

Jumlah Pondok Pesantren yang mencapai 257 disebutnya sudah berhasil mewujudkan satu desa satu santri mengingat jumlah desa/ kelurahan di Lombok Timur adalah 254. Di samping itu pula keberadaan pondok pesantren diyakini berkontribusi mengangkat usia harapan sekolah di Lombok Timur.

“Makna konkretnya adalah seluruh santri kita sudah tidak ada lagi yang tidak melanjutkan sekolahnya. Kalaupun ada jumlahnya sangat kecil,” ungkapnya.

Kondisi tersebut dinilainya sebagai perwujudan jihad intelektual untuk memberantas kebodohan dan ketidakpahaman serta ketertinggalan. Hal itu pun selaras dengan tema peringatan hari santri tahun ini yaitu “Jihad Santri Jayakan Negeri”.

“Tantangan santri dan seluruh komponen bangsa hari ini bukanlah perjuangan fisik tetapi bagaiaman bersama-sama bahu membahu, berkolaborasi, bersinergi untuk melawan penyakit yang namanya kebodohan, kemiskinan,” jelasnya seraya berharap semangat tersebut terus dapat dikobarkan. Sumber daya pesantren yang dapat dioptimalkan diharapkan mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara.

        Berlangsung di Halaman Kantor Bupati, pelaksanaan upacara hari santri pada Ahad (22/10) yang diikuti ASN, TNI-Polri dan santri tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan shalat istisqa sebagai upaya meminta pertolongan Allah SWT untuk turunnya hujan. Hal tersebut mengingat musim kemarau yang diperparah oleh el-nino menyebabkan sumur-sumur warga mulai mengering. Turunnya hujan diharapkan dapat menurunkan suhu udara yang saat ini dapat mencapi 37°C.hmlt
Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.