Berbagi Berita Merangkai Cerita

Wakil Rakyat Kaget Pimpinan DPRD NTB “Jalan-jalan ke Luar Negeri”

0 11

MATARAM, DS – Kepergian sejumlah pimpinan DPRD NTB dan anggota Komisi II bidang Perekonomian dengan alasan mendampingi Dinas Pariwisata, serta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB ke pameran pariwisata dunia bertajuk ITB Berlin, Jerman, memunculkan reaksi para anggota DPRD.

Pasalnya, kepergian selama lima hari pada 8-12 Maret 2017 mengakibatkan sejumlah agenda dewan kian tak menentu. Akibatnya, badan musyawarah (Banmus) terpaksa melakukan rapat ulang guna menjadwalkan kegiatan-kegiatan yang sudah terjadwal sebelumnya diantaranya sidang paripurna pemilihan Ketua BK DPRD NTB.

Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD NTB, Drs. Ruslan Turmudzi, mengaku kaget atas kabar kepergian para pimpinan dan sejumlah anggota Komisi II DPRD NTB itu. mengingat pihaknya baru mulai aktif masuk kembali ke gedung dewan setelah selesai melaksanakan kegiatan reses selama seminggu.

“Saya tahunya jika ada kepergian pimpinan dan anggota Komisi II ke luar negeri dari surat masuk masyarakat yang mengadukan persoalan kepergian mereka tadi pagi,” ungkapnya lantang menjawab wartawan, Selasa (14/3).

Ruslan mengatakan, langsung mengecek kepergian pimpinan dan para anggota Komisi II DPRD NTB ke pihak Sekretariat DPRD. Hasilnya, kepergian mereka tanpa menggunakan dana SPPD dari Sekretariat Dewan. Tak habis disitu, Ruslan lantas membuka DPA anggaran di Sekretariat dan tidak menemukan dana untuk perjalanan dinas para anggota DPRD NTB ke luar negeri.

“Saya juga cek anggota saya di Komisi II, yakni, Pak Made Slamet terkait kepergian ke luar negeri itu. Rupanya, Pak Made dan Lalu Teguh memang selama ini tidak pernah ikut berangkat ke luar negeri bersama BPPD dan Dinas Pariwisata,” kata dia.

Ruslan mengatakan, perlu melakukan cross chek terkait kebenaran kepergian ke luar negeri itu. Sebab, urgensi kepergian mereka jelas tidak sesuai dengan tupoksi kedewanan. Selain itu, praktek kepergian ke luar negeri itu telah aktif berlangsung lama dan dilakukan beramai-ramai secara gantian oleh pimpinan DPRD dan anggota Komisi II DPRD NTB.

“Kalau pergi dengan uang pribadi silahkan, tapi kalau pergi ke luar negeri dengan sponsor yakni ikut melalui dana dari SKPD, serta dana hibah dari BPPD, ini masalah namanya. Jelas ini masuk ranah dugaan korupsi dan gratifikasi,” tegasnya.

Anggota DPRD NTB empat periode itu mengaku heran atas kelakuan anggota DPRD periode saat ini yang sering kali berpergian ke luar negeri menggunakan dana Dispar dan BPPD NTB. Padahal, pada periode DPRD sebelumnya kepergian ke luar negeri itu sangat jarang terjadi.

“Saya bukan iri hati karena tidak ikut berangkat, tapi sekadar ingin meluruskan dan melacak kemanfaatan urgensi kepergiannya. Fraksi kami tidak ingin dana daerah dihabiskan oleh pihak-pihak yang tidak sesuai tupoksinya. Kalau wartawan selaku tokoh masyarakat, silahkan. Karena jelas ada pertanggung jawabannya yakni, pemberitaan di media mereka masing-masing,” ujar Ruslan menggerutu seraya menambahkan akan melaporkan kepergian ke luar negeri itu ke aparat penegak hukum (APH) dalam waktu dekat ini.

Informasi yang diendus wartawan menyebutkan, sejumlah pimpinan DPRD NTB yang ikut dalam rombongan ke ITB Berlin, Jerman pada 8-12 Maret 2017 masing-masing Ketua DPRD Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH, Wakil Ketua Mori Hanafi M.Comm. Selanjutnya, anggota Komisi II DPRD NTB ialah, Sekretaris Komisi II Yek Agil, Rayhan Anwar dan TGH. Hudori Ibrahim.

Sementara itu, tercatat kepergian ke luar negeri sebelumnya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dan Singapura serta Malaysia diikuti Wakil Ketua DPRD TGH. Mahally Fikri, Wakil Ketua H. Abdul Hadi, HL. Jazuli Azhar, H. Hamja dan H. Burhanuddin. fahrul

Leave A Reply