Pilkada Sumbawa 2020 Demokrat Masih Nunggu Husni, Nurdin Perioritas Kedua

MATARAM, DS- DPD Partai Demokrat NTB mengaku, terus memantai situasi dan dinamika politik yang terjadi di Pilkada Sumbawa tahun ini. Oleh karena itu, partai berlambang mercy itu memilih wait and see. Mengingat, dinamika perpolitikan di Sumbawa masih berjalan dinamis sejauh ini.

“Pastinya, dinamika perpolitikan di PDIP sebagai parpol pemenang Pemilu disana (Sumbawa) terus kita cermati. Apalagi, pak Husni selaku petahana belum jelas apakah diusung oleh DPP PDIP atau tidak. Makanya, kami wait and see terkait pilkada Sumbawa tahun ini,” ujar Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri menjawab wartawan, Jumat (13/3).

Menurut dia, pilihan menunggu arah rekomendasi resmi DPP PDIP terkait konstalasi Pilkada Sumbawa kali ini, lantaran Demokrat ingin mengulang kesuksesan Pilkada sebelumnya. Yakni, mengantarkan Husni Djibril mampu merebut kursi bupati untuk kali kedua pemerintahannya.

“Pak Husni sempat menelepon saya belum lama ini. Beliau bilang ke saya, bahwa dirinya tetap akan maju apabila didukung oleh partainya (PDIP) dan hingga saat ini beliau juga mengaku masih terus berjuang,” kata Mahally

“Dikesempatan itu juga, Pak Husni berterimakasih kepada kami (Demokrat) dan beliau juga merasa bersyukur, terharu dan bangga atas perhatian Demokrat selama ini kepada dirinya,” sambungnya.

Mahally enggan berandai-andai terkait kabar yang berhembus jika Husni Djibril tidak akan mendapatkan SK Dukungan dari DPP PDIP.

“Kami akan cari calon bupati lain jika Pak Husni tidak nyalon. Maka tentu yang menjadi prioritas kami adalah orang-orang yang sudah mendaftar dan mengikuti tahapan di Demokrat. Salah satunya adalah Nurdin Ranggabarani,” ucapnya.

Mahally mengaku sempat diberikan hasil survei oleh HM Husni Djibril. Dimana hasil survei tersebut menunjukkan Husni diposisi teratas. Kemudian diikuti oleh H Nurdin Ranggabarani (Calon Bupati Sumbawa asal Partai PPP).

Sedangkan, beberapa figur lainnya masih cukup jauh dari prosentase dukungan publik pada Husni dan Nurdin.

“Kami dikirimkan juga hasil survei. Berdasarkan survei itu, kami melihat hasilnya Pak Husni berada paling diatas kemudian disusul oleh Nurdin. Jadi point yang didapatkan oleh Husni Djibril tidak jauh berbeda dari Nurdin Ranggabarani. Sementara (point) yang lainnya jauh dibawah mereka berdua,” jelas Mahally.

“Jadi intinya, kalau Pak Husni tidak maju nyalon dan tidak mendapatkan SK DPP partainya, maka kemungkinan peluang besar bagi Nurdin Ranggabarani untuk kita dukung,” sambungnya lagi.

Mahally menuturkan, Demokrat akan mengusung Nurdin Ranggabarani dengan beberapa catatan penting. Yaitu antara lainnya, pria yang kerap dipanggil Nurdin Raba itu mampu memenuhi segala ketentuan yang berlaku. Antara lainnya kata dia, yakni mendapatkan pasangan dan partai (parpol koalisi) apa saja yang dibawa.

“Sekali lagi saya tegaskan. Demokrat akan mengusung Nurdin Ranggabarani itupun kalau Pak Husni Djibril tidak nyalon. Kalau seandainya Pak Husni tidak maju nyalon, maka bisa dikatakan peluang Nurdin cukup besar untuk diusung Demokrat. Asalkan, dia (Nurdin) memenuhi segala ketentuan yang berlaku. Termasuk soal kesiapannya sendiri,” tandas TGH Mahally Fikri. RUL.

Tinggalkan Balasan