Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pilkada Serentak NTB, Koalisi PDIP-PKS Ibarat Alfamart-Indomart

0 5

MATARAM, DS – Direktur Kelompok Kajia Sosial Politik M-16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, rencana koalisi antara dua parpol dalam Pilkada Serentak di NTB, yakni PDIP dan PKS, merupakan cermin antitesa strategi politik yang mendepankan sharing politik dalam memenangkan konstestasi Pilkada di NTB.

Apalagi, surat pernyataan koalisi kedua partai untuk berkoalisi yang kini telah beredar luas merupakan blok politik yang tidak biasa (anti mainstream).

“Bagi saya, rencana kesepakatan koalisi PKS dan PDIP di Pilkada 2020 tidak lain upaya penetrasi pemenangan dengan mesin partai yang sudah teruji. Ini positif,” ujar Bambang menjawa wartawan, Senin (6/1).

Menurut dia, sebagai partai modern dengan karakter ideologi yang kuat dan khas, setidaknya koalisi PDIP dan PKS ingin mendobrak cara pandang kuno yang kerap mengamsumsikan bahwa karena perbedaan ideologi dan gerakan, PDIP dan PKS tidak mungkin dalam satu front politik, menjadi terbantahkan.

“Faksi PDIP dan PKS harus pula dimaknai sebagai upaya membangun citra politik yang positif guna meraih persepsi yang baik dimata publik,” kata Bambang.

Ia menyatakan, koalisi PKS dan PDIP bisa diibaratkan pertautan persaudaraan (Bratherhood) dalam mengamankan kepentingan strategis jangka panjang yang saling membesarkan dan menguatkan.

Sehingga, koalisi dua parpol ini adalah upaya memberikan pencerahan politik kepada publik agar membiasakan diri mengapresiasi hal-hal yg dipandang tidak mungkin dari kacamata positif dan mengambil hikmah dari sisi kebaikkannya.
“Parpol lain perlu meniru hal yang tidak lazim secara idiologi bisa menjadi lazim jika di politik,” ucap Bambang.

Ia memprediksi, aksi borong partai pengusung oleh kandidat pada Pilkada kali ini, tidak akan terjadi lagi. Paslon akan memakai kendaraan politik yang ramping/ secukupnya sesuai persyaratan agar lebih efektif dan efisien cost politiknya.

“Koalisi ramping PKS dan PDIP dihajatkan memberikan kepastian politik agar calon yang diendorse/ diusung nyaman dan makin leluasa dalam melakukan penetrasi memperluas basis dukungan loyalis vottersnya,” jelas Bambang.

Sebagai partai kader yang berbasiskan ideologi yang jelas, PDIP dan PKS di Pilkada NTB akan menjadi role model bagaimana mesin partai yang berbeda mazhab ideologi bisa bergerak secara efektif meraih dukungan pemilih dari berbagai segmen.

“Mi6 menilai ibarat Alfamart – Indomart, koalisi PDIP dan PKS tentu akan memotivasi partai politik lain agar segera menentukan calon dan sekutu politiknya dalam konstestasi Pilkada serentak, September 2020,” tandas Bambang Mei Finarwanto. RUL.

Leave A Reply