Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pilkada Lotim 2018 Tinggalkan Sukiman-Rumaksi, PAN Dukung Wabup Haerul

0 22

MATARAM, DS – Dinamika perpolitikan di Kabupaten Lombok Timur, sepertinya kian menghangat dalam konstestasi Pilkada 2018 mendatang. Sebab, PAN sebagai salah satu pemilik kursi terbanyak di DPRD Lotim, dipastikan bakal mengalihkan dukungannya ke pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) diluar paslon HM. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi SJ, yang kabarnya santer akan direkomendasikan sejak awal.

Wakil Ketua DPW PAN NTB H. Syaiful Islam mengaku, beralihnya dukungan ke paslon lain dalam Pilkada kali ini, lantaran ada sejumlah pertimbangan, diantaranya terkait status hukum yang kini membelit mantan bupati Lotim HM. Sukiman Azmy yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap perizinan pengelolaan Sistem Resi Gudang (SRG) di Pringgabaya.

“Jadi, kasus hukum yang membelit Pak Sukiman itu menjadi pertimbangan kita mendukung calon petahana H. Khaerul Warisin dan H. Mahsun Ridwainy dalam Pilkada Lotim 2018,” ungkapnya menjawab wartawan, Rabu (5/7).

Syaiful mengaku, pembicaraan dan penjajakan kepada kedua figur baru yang akan diusung oleh PAN telah intensif dilakukan. Bahkan, Wabup Khaerul Warisan berkomitmen akan membesarkan PAN di Lotim manakala telah memperoleh tiket maju dan didukung oleh PAN dalam Pilkada kali ini.

“Pertimbangan Pak Wabup yang ingin masuk jadi kader PAN ini yang membuat kami siap mengusungnya dalam pilkada tersebut,” kata dia.

Menurutnya, jika duet Khaerul disandingkan dengan salah satu anggota DPRD NTB yang juga pengusaha SPBU, H. Mahsun Ridwainy, konstalasi perpolitikan di kabupaten terpadat di NTB tersebut bakal berubah. Apalagi, track record Warisin saat menjabat Wakil Bupati mendampingi H. Ali BD, dirasa sangat patuh dan loyal dengan atasannya.

“Lotim butuh sosok pekerja keras yang dapat melanjutkan estafet kepemimpinan Pak Ali BD, maka pilihan ke Pak Khaerul kami anggap perioritas utama untuk kita fokuskan kelanjutannya ke DPP dalam waktu dekat ini,” ujar Syaiful Islam.

Diketahui, dalam kasus ini, mantan Bupati Lombok Timur ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari pihak PT iPasar Indonesia (Persero) sebesar Rp1,5 miliar. Uang tersebut diketahui mengalir ke rekening tabungan pribadi milik SA.Proyek yang berjalan pada tahun 2012-2013 itu menelan anggaran Rp3,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK). fahrul

Leave A Reply