Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pilgub NTB, Gerindra Bidik Nomor Dua

0 10

Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi M.Comm, resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) NTB ke kantor DPW PAN NTB di Majeluk, Kota Mataram, Sabtu (20/5). Langkah politisi Gerindra itu memilih membidik kursi nomor dua, lantaran kian mengerucutnya sinyal Walikota Mataram H. Ahyar yang memilihnya sebagai pasangan duetnya dalam Pilkada NTB 2018.

Selain itu, pertimbangan kewilayahan. Mori yang nota benenya berasal dari Pulau Sumbawa dirasa sulit bersaing dengan para kandidat bakal calon nomor satu yang kebanyakan berasal dari Pulau Lombok.

“Saya realistis memilih nomor urut dua saja. Jujur, sangat berat saya yang berasal dari Pulau Sumbawa merebut kursi calon gubernur. Sehingga, saya putuskan menerima tawaran partai sebagai kandidat calon wakil gubernur NTB saja,” ungkapnya menjawab wartawan usai penyerahan formulir Bacawagub NTB.

Mori mengaku optimis bisa melenggang merebut kursi nomor dua dan didukung oleh PAN NTB serta sejumlah parpol lainnya mengingat pengalaman dan kapasitasnya yang telah dua periode menduduki kursi anggota DPRD NTB dirasa sangat memahami apa yang diingkan oleh masyarakat.

Menurutnya, selama ini pembangunan di NTB mengalami ketimpangan dan belum ada pemerataan. Padahal, pertumbuhan ekonomi NTB di atas rata-rata nasional. “Itu penyebabnya, ada kondisi rentan warga miskin yang jumlahnya mencapai 60 persen yang belum disentuh sama sekali,” tegas Mori.

Selama ini pertumbuhan ekonomi di NTB tidak pernah berkeadilan. Hal ini merujuk fakta, jika angka pergerekan pertumbuhan hanya mencapai sebesar 30 persen. Sedangkan, 70 persennya pertumbuhan itu tidak tumbuh alias negatif.

“Dengan pengalaman saya yang duduk di Banggar DPRD, maka kita akan ubah angka 70 persen yang masuk tren negatif pertumbuhan ke arah pembangunan pemerataan yang berkeadilan,” lanjut Mori.

Sisi pertumbuhan perekonomian yang bisa dinikmati semua lapisan masyarakat akan menjadi fokus utamanya dalam visi dan misi yang akan ditawarkannya kepada masayarakat.

“Semua konsep yang ada di pemikiran saya, akan kita bedah dan paparkan saat debat pasangan calon gubernur dan bacawagub NTB kedepannya,” ujar Mori.

Terkait komunikasinya dengan Walikota Ahyar Abduh, sinyal untuk berpasangan kian mengerucut. Karena itu direncanakan dalam seminggu kedepan sudah ada kepastian untuk diumumkan ke publik.

“Kenapa saya mendaftar ke PAN, selanjutnya ke PPP dan PKB (Parpol Koalisi Poros Tengah), itu jelas karena ada permintaan dari ketua parpol saya. Kan sudah jelas, ketua Gerindra NTB adalah kakak kandung Walikota Mataram, jadi ya, mohon doa kawan-kawan wartawan ya,” tandas Mori Hanafi.

Sementara itu, Ketua Tim Pilkada DPW PAN NTB, H. Syaiful Islam, mengakui kapasitas dan kemampuan personal yang dimiliki sosok Mori Hanafi tidak bisa diragukan lagi. Apalagi, dorongan mengusung Mori Hanafi banyak disuarakan oleh masyarakat dari Pulau Sumbawa.

“PAN merasa tersanjung, karena figur pak Mori banyak dikenal warga Pulau Sumbawa. Sehingga, pengembalian formulir ini adalah bagian dari proses lanjutan untuk kami meneruskan ke tahap selanjutnya. Yang jelas, kami merasa ada chemestry antara PAN dan Pak Mori, kan PAN itu adalah partai yang memenangkan Pemilu di empat kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Sangat wajarlah, jika kita memperjuangkan beliau (Mori) melalui tahapan-tahapan berikutnya,” ungkapnya.

Syaiful berharap Mori hanafi beserta timnya terus melakukan pendekatan dan komunikasi terhadap partai politik lainnya.
“Tapi, dengan figur pak Mori yang punya kedekatan dengan pimpinan parpol di NTB. Kok saya meyakini, akan banyak parpol lainnya yang akan mendukungnya,” kata dia seraya menambahkan Mori Hanafi termasuk figur kesembilan calon kepala daerah NTB yang telah mengembalikan formulirnya di PAN NTB. fahrul

Leave A Reply