A place where you need to follow for what happening in world cup

Petugas Juru Sita PN Mataram Eksekusi Lahan Villa PT The Hill

56

FOTO. Petugas Juru sita PN Mataram saat membacakan putusan majelis hakim untuk mengeksekusi lahan Villa PT The Hill di Batulayar, Lombok Barat. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS- Eksekusi lahan di wilayah Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, seluas 12 are di area villa PT The Hill berlangsung dramatis, Rabu petang (13/10). Petugas juru sita PN Mataram terpaksa harus menggunakan tangga dan memanjat tebing untuk melakukan eksekusi pada lahan tersebut karena manajemen PT The Hill tidak memberikan izin akses menuju objek sengketa.

Meski diwarnai aksi heroik oleh petugas, juru sita PN Mataram berhasil memasuki area objek sengketa dan pembacaan eksekusi berjalan lancar.

Juru sita PN Mataram, Hasanudin, mengatakan dirinya bersama rekannya yang lain terpaksa memanjat tebing karena tidak mendapatkan izin melewati area yang dimiliki oleh PT The Hill.

“Sudah tugas kami untuk membacakan membacakan eksekusi, kami harus berada di objek perkara karena tidak boleh membacakan eksekusi di luar area sengketa,” kata dia pada wartawan.

Perkara ini bermula dari gugatan yang dilayangkan oleh Lina Silviana Zaenal yang menggugat Johan Theofil Gilbert pemilik dari PT The Hill. Lina merupakan mantan istri dari Gilbert.

Kuasa hukum dari penggugat Situmorang mengatakan perkara tersebut telah berlangsung sejak tahun 2017. Dalam sidang gugatan, PN Mataram memenangkan Lina dalam perkara tersebut. Begitu juga dalam sidang banding dan kasasi Lina Silvana Zaenal juga memenangkan perkara ini.

Situmorang juga mempertanyakan legalitas direktur Utama PT The Hill, Nani Sumarni, yang tidak memberikan izin melewati akses masuk ke objek sengketa.

Sementara, Nani Sumarni menegaskan dirinya memiliki legalitas yang sah sebagai Direktur PT The Hill. Tidak diberikannya izin juru sita PN Mataram memasuki objek sengketa karena melewati properti PT The Hill.

“Kami tidak menghalangi eksekusi silahkan saja, tetapi untuk melewati area PT The Hill kami tidak memberikan izin, kami punya hak untuk itu,” tegas Nani.

Menurut dia, penggugat yakni Lina Silvana Zaenal sempat dilaporkan ke polisi dan pengadilan memutuskan bersalah karena memasuki area PT The Hill tanpa izin.

“Dulu pernah dilaporkan ke polisi dan dalam sidang kami dimenangkan karena memasuki area tanpa izin dan yang bersangkutan juga sempat dipenjara,” ucap Nani.

Nani juga mengaku belum menerima salinan putusan PT Mataram yang mengenai Perlawanan Terhadap eksekusi disisi lain ujar Nani pihaknya juga telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus ini.

“Sampai hari ini kami belum menerima salinan putusan dari PT Mataram mengenai perlawanan eksekusi dan kami juga sedang mengajukan Peninjauan Kembali atas kasus ini,” ungkapnya.

Nani berencana melaporkan kuasa hukum dan sejumlah orang yang tanpa izin memasuki area PT The Hill yang tidak masuk dalam objek perkara saat pembacaan eksekusi pengadilan tadi.

‘Kami pertimbangkan untuk melaporkan pihak pihak yang memasuki area PT The Hill yang bukan masuk objek perkara saat pembacaan putusan tadi, karena kami tidak memberikan izin untuk memasuki area PT The Hill,” tegasnya.

Pihaknya mempertanyakan bangunan yang berdiri di tanah yang menjadi objek sengketa. Sebab, dalam amar putusan PN Mataram yang di bacakan oleh juru sita hanya mengeksekusi lahan seluas 12 are dimana di lahan tersebut berdiri bangunan.

“Jelas dalam putusan pengadilan bahwa yang di eksekusi adalah sebidang tanah bukan beserta bangunan, ada bangunan kami berdiri disana jauh sebelum perkara ini ada, kami merasa keberatan dan kita tunggu bagaimana proses PK nanti,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas