Berbagi Berita Merangkai Cerita

Petani Kopang Menjerit

0 5

LOTENG, DS – Para petani di sentra produksi cabai di Kopang,Lombok Tengah meminta pemerintah tidak mengimpor komoditas hortikultura ini kendati harga cabai terus melonjak akhir-akhir ini. Pasalnya, stok kebutuhan yang dihasilkan para petani dirasa sangat melimpah.
Ketua Kelompok Tani Madani, Desa Kopang, Kabupaten Loteng, Dedi Sofyan, mengatakan, impor hanya akan menyengsarakan petani karena harga cabai produksi mereka tertekan oleh masuknya produk luar berharga lebih murah.

Menurutnya, kebijakan pemerintah pada tahun 2014 guna membuka impor cabai sehingga harga produk petani turun dan petani pun rugi besar. “Kalau bisa (tahun ini) hingga selanjutnya jangan ada impor cabai, petani harus diperhatikan,” kata Dedi menjawab wartawan, Kamis (29/6).

Setelah berlakunya perdagangan bebas cabai impor banyak masuk ke Indonesia dengan bebas bea masuk sehingga dijual dengan harga murah. Dedi menuturkan, tahun lalu harga cabai petani pernah anjlok mencapai Rp 2.000 per kilogram, sedangkan biaya produksi yang dikeluarkan mencapai sebesar Rp 5.000 per kilogram. “Akibatnya, ditahun lalu banyak petani yang sangat merugi,” ujarnya.

Kebijakan itu mengakibatkan 95 persen kebutuhan cabai dalam negeri dipasok produk impor sedangkan petani lokal hanya bisa memasok lima persen dari kebutuhan pasar.

Ia merincikan harga cabai saat Ramadhan lalu sempat terjun bebas menembus hingga Rp 230 ribu per kilogram, namun kini hanya menjadi Rp 20 ribu per kilogramnya. Parahnya, harga ditingkat petani hanya berkisar Rp 5 ribu per kilogram.

“Ini belum termasuk adanya serangan cabai impor yang banyak beredar di pasar-pasar tradisional saat ini,” ucap Dedi.

Dedi menegaskan para petani Kopang siap memasok cabai untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri asal pemerintah mendukung dan memperhatikan nasib mereka. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar intervensi pemerintah terkait regulasi sangat diharapkan oleh para petani di wilayahnya.

“Regulasi penting agar ada kepastian pada petani, sekali lagi jangan hanya menguntungkan konsumen tapi, melupakan petani yang telah lelah membudidayakan hasil cabai itu. Kalau kami minimal harga itu bisa sebanding dengan ongkos produksi,” tandasnya seraya menyebut sejumlah varietas cabai mulai keriting dan merah siap dipasoknya sesuai permintaan konsumen. fahrul

Leave A Reply