Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pesan Gubernur pada Milad 41 Tahun Kampus Ummat

44

Gubernur Zulkieflansyaj

Mataram, DS-Gebernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., menitipkan pesan agar kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) bisa menjadi inisiator PTS dalam menunjukan bahwa  menjadi pemimpin di kampus baik rektor maupun dekan tidak harus memiliki fasilitas yang megah.

“Tapi menjadi dekan, wakil pimpinan atau rektor adalah orang yang memiliki kerendahan hati untuk menjadi teladan dan berani lebih banyak berkorban dibanding yang lain,” katanya.

Kata Gubernur, apabila ini sudah tertanam dihati pemimpin maka akan menjadi kado ulang tahun yang istimewa bagi kampus UMMAT.

“Saya bayangkan setelah Milad ke-41 tahun ini, ruang rektor UMMAT  kecil saja. Tapi di depan ruang rektor ada satu alat yang mampu menjangkau seluruh dosen, mahasiswa, NTB dan bahkan mampu menyapa dan menjangkau seluruh dunia,”pesan Bang Zul, sapaan akrabnya pada Resepsi Milad ke-41 Ummat, Sabtu (26/6/2021) di Auditorium Anwar Ikraman.

Ia mengatakan UMMAT adalah satu kampus yang mestinya bisa mengajarkan melahirkan orang-orang yang punya kelapangan jiwa

Juga punya kompotensi jiwa untuk kompatibel dengan dunia nyata sekarang ini.

Kata gubernur, tidak akan hebat kampus ini kalau orang-orangnya politiking secara internal, masih berebut jabatan ketua prodi, dekan dan sebagainya.

“Saya pernah hadir di Dekan Harvest University, bosnya hanya punya satu ruangan yang kecil dan satu meja, Itu dekan loh,”cerita Bang Zul

Tapi di negara kita, lanjut Bang Zul, ruangan dekan itu lebih besar dari ruangan dosen biasa. Ruangan rektor lebih besar dari ruangan dekan. ‘Sehingga orang akhirnya karena tampilan fisik berlomba dengan segala cara untuk merebut itu,” katanya.

Di Milad tahun ini, lanjut Gubernur, hal tesebut harus mulai dipikirkan bersama karena makin kedepan tantangan dunia semakin besar. Terutama, mengubah cara-cara lama agar sederhana dan kompatibel dengan zaman.

Rektor Ummat, Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., mengapresiasi Gubernur NTB, karena setiap diundang oleh civitas akademika selalu menempatkan diri untuk hadir.

Dikatakannya, usia ke 41 merupakan lambang kematangan diri. Kedepan, kata dia, UMMAT akan terus berbenah dan menata diri.

“Semoga kerja keras yang iklas menjadi pintu gerbang menuju keberhasilan yang gemilang dimasa yang akan datang,”harapnya. (edy)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.