Berbagi Berita Merangkai Cerita

Perusahaan Diduga Datangkan Preman, Warga Torok Blokir Jalan Dusun

75

FOTO. Warga Dusun Torok, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah memblokir jalan sebagai bentuk perlawanan pada preman yang diperkenalkan oleh perusahaan. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pembina Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (GEMPUR) Praya Barat Daya, Idham Hafiz mendesak Pemkab Lombok Tengah, menghentikan dan tidak memberikan izin pembangunan pada PT Samara Lombok di Dusun Torok, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah.

Pasalnya, perusahaan tersebut diduga telah menimbulkan kegaduhan dan ketenteraman masyarakat sekitar karena diduga melakukan aksi premanisme.

“Pemda Lombok Tengah harus serius merespon kejadian premanisme yang dilakukan oleh Samara Lombok terhadap masyarakat Torok. Pemda Lombok Tengah bertindak segera untuk mencabut segala izin operasional dan menolak apapun bentuk perizinan dari pihak Samara Lombok,” ujar Idham pada wartawan, Jumat (16/4).

Ia mengancam akan melakukan aksi besar-besaran untuk menutup pembangunan Samara Lombok bersama warga masyarakat sekitar. Sebab, keberadaan perusahaan tersebut sangat merugikan pariwisata di Praya Barat Daya.

“Bagaimana wisatawan mau datang berkunjung ke desa kami, jika cara-cara premanisme yang bukan merupakan tradisi warga Desa Montong Ajan terus dibiarkan kayak sekarang ini,” tegas Idham.

Sementara itu, Ketua Gempur Praya Barat Daya, Padli Saleh Kabol, mendesak Polres Lombok Tengah segera menangkap pelaku premanisme terhadap warga.

Polisi diminta menangkap pihak perusahaan yang sengaja mendatangkan preman untuk membuat kegaduhan dengan mengintimidasi warga.

“Polres Lombok Tengah harus menangkap pihak Samara Lombok yang telah mendatangkan terduga preman yang membawa senjata tajam untuk melakukan pengancaman terhadap masyarakat pemilik tanah,” ujarnya.

Pihak kepolisian diminta mentaati hukum, karena sengketa lahan telah dimenangkan oleh masyarakat dalam putusan verstek di Pengadilan Negeri Praya.

“Samara Lombok harus diusut tuntas serta pihak Samara Lombok harus ditangkap karena kalau tidak diselesailan secara cepat maka akan terjadi konflik lebih besar di luar hukum,” tegasnya.

Padli mengungkapkan, pihaknya akan melawan pihak perusahaan yang diduga mengintimidasi warga.

“Karena para premen sudah meresahkan warga. Jadi, sementara waktu kami blokir jalan masuk ke akses masuk PT Samara Lombok. Ini adalah bentuk perlawanan kami sebagai warga atas tindakan sewenang-wenang para preman yang dibayar oleh pihak perusahaan,” tandas Padli Saleh Kabol. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.