A place where you need to follow for what happening in world cup

Pertama Kali dalam Sejarah Pendidikan, NTB Telorkan Sarjana Pariwisata

194

Inilah para mahasiswa S1 Pariwisata yang diyudisium di STP Mataram

Mataram, DS-Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram melakukan yudisium perdana terhadap 13 mahasiswa program studi S1 Pariwisata, Sabtu (19/6). Hal ini berarti sebagai moment bersejarah karena baru ditahun 2021 NTB berhasil menelorkan sarjana pariwisata untukyang pertamakali.

“Yudisium PS S1 Pariwisata sekaligus sebagai sejarah pertama kalinya perguruan tinggi di NTB melahirkan sarjana pariwisata,” kata Direktur STP Mataram, Dr.Halus Mandala, M.Hum.

Disebut momen yang sangat langka karena akan membawa nama besar. “Di NTB Anda yang pertama menyandang gelar sarjana pariwisata. hal ini membanggakan sekaligus beban berat. karena akan membawa nama besar dan nama baik STP Mataram sekalivus.prestise.

karena itu bisa jadi sorotan dan teladan bagi yang lain sebagai sarjana pertama,” paparnya seraya mengaku bangga karena dari 13 S1 itu, sebanyak 12 orang sudah bekerja di industri pariwisata atau 93 persen dan hanya 7 persen atyau satu orang yang belum kerja.

Halus mengemukakan STP Mataram sudah mengubah srandar mutu. Dahulu atandar mutu yang ditetapkan menyebutkan bahwa lulusannya bekerja di industri pariwisata. Saat ini menetapkan 50 persen bekerja di industri pariwisata sebagai karyawan dan mempersiapkan ke dunia usaha mandiri, sekira 50 persen harus jadi wirausaha mandiri.

“Karena itu sejak mahasiswa harus dipersiapkan. Sejak dini mahasiswa belajar berwirausaha. sehingga begitu tamat siap berwirausaha,” katanya. Ia mencontohkan salah satunya Made Darma Sugriwa  yang sudah punya usaha mandiri.

Menurutnya, menjadi wirausaha mandiri jauh lebih baik. Soal jatuh bangun, kata dia, itu sebuah tantangan. “Karena itu saya akan sangat bangga jika saudara punya wirausaha mandiri,” katanya.

“Tantangan kedepan menjadi tolok ukur bagi masyarakat adalah menciptakan lapangan pekerjaan baru. Jangan bangga hanya sarjana. tapi banggalah mengimplementasikan ilmu dan menciptakan lapangan usaha sebagai wirausaha mandiri,” paparnya.

Ketua Panitia Yudisium, I Putu Gede M.Par., melaporkan karena masih masa pandemi maka acara yudisium mengacu pada Prokes  untuk menjaga agar tetap sehat.

Ia mengatakan peserta yudisium ada diantaranya yang sudah berumur 57 tahun dan ada pula yang berusia 24 tahun. Pada yudisium tersebut diberikan pula penghargaan kepada peraih  terbaik, IPK 3,67 atas nama Jamaludin Yusuf.ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas