Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pertahankan Status Rujukan Nasional, Pokja FLLAJ NTB Segarkan Kepengurusan

30

FOTO. Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia saat memimpin rapat perdana Pokja FLLAJ periode periode tahun 2021-2026 di Kantor Dishub NTB. (FOTO. RUL/DS),

MATARAM, DS – Mengantisipasi berbagai permasalahan perhubungan darat yang makin hari semakin kompleks di NTB, diperlukan solusi mengatasi persoalan itu. Provinsi NTB telah memiliki kelompok kerja (Pokja) Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) yang eksistensinya telah diperhitungkan bahkan menjadi rujukan nasional.

“Kami harapkan prestasi NTB sebagai Pokja FLLAJ yang menjadi rujukan nasional tetap bisa dipertahankan dengan kembali disegarkannya kepengurusan FLLAJ NTB kali ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Lalu Bayu Windia saat rapat perdana Pokja Forum Lalu Lintas dan Angkatan Jalan (FLLAJ) NTB di kantor Dishub setempat, Kamis (4/3).

Bayu mengatakan, Pokja FLLAJ NTB terbentuk merujuk UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan darat. Di mana, dalam klausul pasal termaktub jika forum dapat dibentuk. Namun NTB memilih untuk membentuknya.

“Memang forum itu pilihan. Tapi kami ingin ada sumbangsih dalam sektor transportasi darat dan memberikan solusi terbaik terhadap setiap permasalahan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan,” ujarnya.

Bayu mengungkapkan, pada periode pertama Pokja FLLAJ NTB diisi oleh kalangan birokrasi. Namun pada periode berikutnya menggunakan pola fifty-fifty. Adanya pola kolaborasi antara struktur birokrasi, akademisi, FKUB juga jurnalis  membuat FLLAJ NTB menjadi kian hidup dan mewarnai persoalan lalu lintas angkutan jalan.

Harapannya, permasalahan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan semakin hari dirasakan semakin komplek dan membutuhkan antisipasi sejak dini agar permasalahan tidak menumpuk di kemudian hari.

“Makanya, pola kolaborasi dengan pelibatan semua unsur akan kita pertahankan seperti periode tahun 2021-2026 saat ini. Sehingga, tantangan strategis yang kian berat dan perlu disikapi bersama-sama akan mampu menjadi solusi dini antisipasi berbagai permasalahan itu,” jelasnya.

Bayu menuturkan, pihaknya telah membentuk aplikasi pelor mas (pelaporan online transportasi berbasis masyarakat) guna merespon persoalan dan pengaduan masyarakat terkait angkutan jalan. 

Hanya saja, pihaknya memiliki keterbatasan terkait penganggaran. “Jika butuh tenaga maka kita akan cepat respon. Tapi, jika longsor maka kita harus koordinasikan dengan pihak terkait lainnya yang memiliki dana yang lebih besar,” ungkapnya.

“Terima kasih pada pak Wayan Suteja dan pengurus FLLAJ sebelumnya yang telah membuat NTB menjadi rujukan nasional. Dan selanjutnya, selamat berkerja pada Pak Agung dan jajaran penguris Pokja FLLAJ NTB periode 2021-2026,” sambung Bayu Windia.

Sementara itu, Mantan Ketua Pokja
FLLAJ NTB Wayan Suteja mengatakan, dalam kepengurusannya telah disusun adanya renstra
perkembangan lalu lintas dan angkutan jalan di NTB. Tercatat, telah ada 13 peta rawan kecelakaan di semua wilayah di NTB.

“Tapi, kita berharap dengan banyaknya unsur yang masuk dalam kepengurusan forum LLAJ akan ada perbaikan dalam rangka perkembangan perubahan yang cepat harus diimbangi dengan upaya perbaikan, penyempurnaan dan peningkatan kinerja yang memadai,” kata dia.

Wayan berharap para pengurus Pokja FLLAJ dibawah komando Agung Hartono saat ini, harus bisa menjadi mediator dari persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat.

Terpisah, Ketua Pokja FLLAJ NTB periode 2021-2026 Agung Hartono memastikan akan melanjutkan kepengurusan dan program yang sudah baik sebelumnya. “Insya Allah, saya siap akan bekerja sesuai amanah yang diberikan. Saya butuh masukan, dukungan terkait kerja Pokja FLLAJ kedepannya,” tandas Agung. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.