BSK Samawa

Perkelahian di LP Mataram, Terduga Pelaku dan Korban Saling Lapor

AKBP Ariefaldi Warganegara SH S.IK.,MM

Mataram, DS – Peristiwa perkelahian terjadi di Parkiran LP Mataram pada Senin (25/12/2023) pukul 02:30 Wita. Kapolresta Mataram, AKBP Ariefaldi Warganegara SH S.IK.,MM., didampingi Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama SE., S.iK., MH., dalam keterangan persnya, Selasa (26/12/2023), menjelaskan bahwa kasus tersebut murni tindakan penganiayaan. Namun, baik terduga maupun korban saling lapor.

Hal ini dibuktikan dengan adanya Laporan Polisi (LP) nomor 124 dan 125 tertanggal 25 Desember 2023. Kedua laporan tersebut saat ini telah dilimpahkan penanganannya oleh Sat Reskrim Polresta Mataram yang semula ditangani Polsek Sandubaya.

“Kasus tersebut saat ini sudah dalam proses penyidikan dimana terlapor (B) dalam LP 124 telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan di Rutan Polsek Sandubaya,” terangnya. “Sementara pada LP 125 dengan terlapor LW, tim penyidik Sat Reskrim Polresta Mataram masih sedang melakukan proses pemeriksaan,” ucapnya menambahkan.

Ariefaldi, sapaan akrab Kapolresta Mataram, menyebutkan bahwa kasus tersebut murni tindak pidana penganiayaan, bukan perkelahian antar kelompok ataupun antar suku agama sehingga masyarakat diharapkan benar-benar mengetahui duduk persoalannya. Ia berharap doa dan dukungan serta kepercayaan dari masyarakat agar penanganan kasus tersebut dapat berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selaku Negara Hukum, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terbukti secara hukum melakukan tindak pidana. Dan, kepada tersangka dalam kasus penganiayaan sesuai LP 124 tersebut akan diancam dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Pada kesempatan itu Kapolresta Mataram berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpancing dengan isu-isu ataupun informasi yang sumbernya belum diketahui secara jelas karena dapat mengganggu ketentraman hidup masyarakat secara umum.

Orang Nomor satu di Kepolisian Kota Mataram tidak ingin peristiwa ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membuat suasana Kamtibmas yang tidak kondusif. Apalagi peristiwa tersebut melibatkan orang-orang di wilayah satu dengan wilayah lainnya. Karena, perkelahian keduanya murni spontanitas tanpa perencanaan.

“Keduanya bahkan tidak saling mengenal. Mereka cek-cok biasa pada awalnya, karena sama-sama pengaruh alkohol perkelahian tidak bisa terelakkan. Namun kejadian itu langsung direspon cepat oleh Polsek Sandubaya pada awalnya,”ucapnya seraya menegaskan kepada masyarakat bahwa siapapun terbukti melakukan tindakan pidana pasti akan diproses secara hukum yang berlaku.hm

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.