Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni dan Bulan Bung Karno, Rachmat : Hanya Gotong Royong Kunci Keluar dari Pandemi Covid-19

4

MATARAM, DS – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang serentak diperingati masyarakat Indonesia pada 1 Juni setiap tahunnya. Justru, tahun ini, memang terasa berbeda. Mengingat, tahun ini, perayaanya dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Hanya saja, dalam kondisi kebencanaan ini, diharapkan jangan sampai ada kesan siapapun menghilangkan makna peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai dasar, falsafah dan pedoman hidup bagi seluruh warga Negara Indonesia.

Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat mengajak masyarakat NTB agar tetap meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam upaya menuju tatanan kehidupan kenormalan baru atau new normal.

Menurut Anggota DPR RI itu, sesuai kebijakan Pemerintah Pusat yang mengharuskan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, dilaksanakan secara virtual melalui sarana media elektronik TV/radio atau media berbasis jaringan intenet.

Maka, pihaknya juga melakukan hal itu di semua kantor DPC dan DPD PDIP di NTB dengan tetap meningkatkan kedisiplinan dan kegotong royongan. 

“Apalagi, bagi kader PDIP dimanapun mereka berada. Bahwa, hari Lahir Pancasila dimaknai merupakan ‘Bulan Bung Karno’,” ujar Rachmat menjawab wartawan, Senin (1/6).

Anggota DPR RI itu menegaskan, momentum Bulan Bung Karno harus dijadikan alat mengajak publik kembali mengkhidmati jasa dan pemikiran Presiden Soekarno yang merupakan Bapak Bangsa Indonesia.

“Dalam situasi Pandemi Covid-19, kami lakukan kegiatan secara virtual. Gagasan Bung Karno semakin terasa relevan, terutama bagaimana Bapak Bangsa kita itu merefleksikan gotong royong sebagai intisari Pancasila yang dicetuskan Bung Karno pada 1 Juni 1945. Tanpa gotong royong dan disiplin, mustahil kita bisa melewati Pandemi Covid-19 dengan baik,” tegas Rachmat menjelaskan.

Ia juga menyampaikan sekilas sejarah lahirnya Pancasila, di mana proses yang dilewati melalui musyawarah mufakat sampai mencapai kata sepakat tentang rumusan Pancasila yang dapat diterima oleh semua pihak.

Sehingga bangsa yang majemuk, plularalisme ini dapat mewadahi semua keragaman baik suku, agama, ras, adat istiadat dan terbentang ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke menyatakan “satu bangsa, bangsa indonesia, satu bahasa, bahasa Indonesia dan bertanah air satu tanah air Indonesia”.

Untuk itu, lanjut Rachmat, dari keanekaragaman itu jangan menjadi kelemahan tapi justru menjadi suatu kebanggan dan kekuatan. Karenanya jangan dipertentangkan dan jangan melihat lebih banyak perbedaan.

“Lihatlah persamaan yang ada, mengingat perbedaan adalah anugerah sekaligus. Menjadi Modal besar yang dimiliki Negara kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, saat lahirnya Pancasila para pahlawan bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan. “Sedangkan di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, kita bersama-sama harus berjuang melanjutkan kemerdekaan dengan melawan Covid-19,” tandas Rachmat Hidayat.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menginstruksikan para kepala daerah dan kadernya ikut membantu hentikan penyebaran virus Corona. Hal itu diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menggelar teleconference dengan Mega menyikapi pandemi Corona di Indonesia.

Hasto menjelaskan peringatan Bulan Bung Karno di tengah pandemi virus Corona ditujukan untuk menggelorakan semangat ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Dia menyebut pandemi Corona seolah menyadarkan Indonesia.

“Dari pandemi ini bangsa Indonesia diingatkan bagaimana setidaknya Indonesia harus berdikari sekurang-kurangnya di bidang pangan, kesehatan, energi, keuangan, pertahanan, dan keamanan,” jelas Hasto dalam siaran tertulisnya.

Bulan Bung Karno akan digelar mulai 1 Juni, bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. Ada sejumlah rangkaian kegiatan yang akan digelar, di antaranya lomba pidato, cipta lagu, pembuatan video, hingga Gelar Museum Bung Karno secara virtual. “Dalam peringatan Bulan Bung Karno ini, PDI Perjuangan membuka ruang inovasi dan kreativitas yang seluas-luasnya bagi para pemuda Indonesia guna mengekspresikan seluruh ide, gagasan, pemikiran, cita-cita dan perjuangan Bung Karno,” sebut Hasto. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.